Cegah Corona, Sekolah di Sulbar-Sulsel Diliburkan dan Kunker Dibatasi

Noval Dhwinuari Antony, Abdy Febriady - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 18:37 WIB
Children often suffer food poisoning due to poor hygiene in kitchens and occasionally sub-standard food (AFP Photo/Biju Boro)
Ilustrasi Sekolah (Biju Boro/AFP Photo)

Sekolah di Sulbar Diliburkan, UN Tetap Dijalankan

Kebijakan serupa dikeluarkan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar, yang meminta jajaran menunda sementara perjalanan keluar daerah. Gubernur juga meminta membatasi pertemuan, seperti rapat-rapat atau aktivitas masyarakat di tempat terbuka, sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona.

"Saya minta para pejabat, ASN jangan dulu ada perjalanan keluar daerah untuk mencegah penyebaran Corona. Begitupun pertemuan, rapat-rapat, yang melibatkan banyak orang, atau aktivitas masyarakat di tempat terbuka, supaya dibatasi dulu," jelas Ali Baal Masdar kepada wartawan seusai pertemuan terbatas dengan pejabat terkait di Kantor Gubernur, Mamuju (16/3/2020).

Pertemuan terbatas menghasilkan beberapa langkah antisipasi penyebaran virus Corona. Dia telah menetapkan status tanggap darurat dan membentuk Satuan Tugas Pencegahan Corona sebagai langkah antisipasi peningkatan kewaspadaan untuk mencegah Corona.

Gubernur Sulbar mengeluarkan edaran kepada para bupati dan pejabat terkait sebagai langkah kongkrit mengantisipasi penyebaran COVID-19. Kepada Bupati yang di wilayahnya terdapat bandara atau pelabuhan, agar meningkatkan dan mengoptimalkan pengawasan keluar masuk orang dan melaporkan kepada Gubernur secara berjenjang.

Dia juga meminta para bupati mempertimbangkan kemungkinan meliburkan kegiatan belajar sekolah di semua jenjang pendidikan. Namun untuk siswa kelas VI, IX, dan XII tidak diliburkan karena ada ujian nasional.

"Semua harus waspada. Tapi jangan panik berlebihan," ujar Ali Baal.


(nvl/jbr)