Polisi Sita Barang Asal Singapura, dari Kaca Mobil Mewah-Jam Tangan Bermerek

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 13:13 WIB
Logo Jaguar
Logo mobil Jaguar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyita sejumlah barang selundupan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Barang tersebut diangkut menggunakan kapal penumpang dari Batam.

"Ini adalah bentuk sinergitas kinerja di lapangan antar Korpolairud dan Dirjen Bea-Cukai dalam menangani kejahatan yang berpotensi merugikan negara. Dan selanjutnya terus akan kami laksanakan di seluruh wilayah-wilayah yang sudah terdeteksi rawan kegiatan tersebut," kata Kepala Korps Polisi Air dan Udara (Kakorpolairud) Irjen Lotharia Latif dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, Direktur Polisi Air Korps Polisi Air dan Udara (Dirpolair Korpolairud) Baharkam Polri Brigjen Makhruzi Rahman menyampaikan penyelundupan itu terungkap pada Jumat (13/3) lalu di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Ketika itu, polisi yang melakukan pemeriksaan juga mendapati 27 dus dan 12 koper lainya yang diduga milik tersangka, Rina Hutagaol. Dalam kasus ini, polisi mengamankan Rina dan dua orang lainnya.

"Tim mendapati dan memeriksa muatan yang bongkar dan diturunkan dari atas dek kapal KM Kelud lalu di muat ke dalam mobil pribadi jenis minibus dengan dengan jumlah 17 kardus, 3 koper dan 1 peti diduga barang ilegal," tutur Makhruzi.


Setelah digeledah, polisi mendapati ratusan tas, pakaian, dan jam tangan bermerek. Tersangka juga menyelundupkan barang elektronik, seperti laptop dan modem hingga aksesori mobil mewah, Jaguar dan Lexus.

"Motifnya memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah Indonesia tanpa membayar Pajak Dalam Rangka Import (PDRI)," ujar Makhruzi.

Sementara itu, pejabat sementara pejabat sementara Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Ps Kasubdit Gakkum) Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. AKBP Yuldi Yusman menerangkan aturannya barang-barang asal Singapura tersebut dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman yang resmi. Agar proses masuknya menggunakan kargo dan terpantau Bea-Cukai.

"Normalnya itu kan melalui kapal kargo ya, bukan kapal penumpang karena kalau kapal kargo, otomatis nanti melewati tahap pemeriksaan oleh Bea-Cukai. Di sana nanti ditentukan bea masuk barang tersebut berapa oleh Bea-Cukai," tutur Yuldi.

Yuldi menerangkan barang-barang tersebut dikirim dengan kapal penumpang sejak dari Singapura ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di sana, tersangka telah memiliki jaringan pengepul barang.

Selanjutnya
Halaman
1 2