Batan Akan Periksa Kesehatan Penghuni Rumah Penyimpan Zat Radioaktif Ilegal

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 17:53 WIB
Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (15/2/2020). Tim KBR mengecek di titik paparan radioaktif.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan memeriksa kesehatan penghuni rumah serta para tetangga SM, tersangka penyimpan zat radioaktif ilegal. Batan hendak memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman dari paparan radioaktif yang selama ini disimpan oleh SM.

"Kami nanti akan melakukan semacam koordinasi dengan warga setempat, terutama yang tinggal di rumah tersebut. Nanti kami akan coba koordinasikan, ingin meyakinkan bahwa penduduk yang tinggal di situ aman," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Batan Heru Umbara di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Setelah ditemukannya berbagai zat radioaktif di lokasi, Heru mengaku, pihaknya memang belum memeriksa warga yang tinggal di dalam dan sekitar kediaman SM. Heru mengatakan pihaknya baru menerima permohonan pemeriksaan warga.

"Kalau kasus yang di rumah, memang belum ada (pemeriksaan terhadap warga). Jadi baru dilimpahkan ke Batan ini permohonannya. Jadi kami, Batan, menunggu koordinasi dari Polri dan Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir)," ujar Heru.

Namun, menurut Heru, paparan radioaktif di rumah SM kecil. Radioaktif dalam dosis kecil, Heru menuturkan, tubuh memiliki toleransi dan kemampuan mengeluarkan zat tersebut.

"Saya kira (paparan radiasi) ini kan kecil, jadi mohon maaf nih, kami memang punya yang disebut sebagai nilai batas dosis. Nilai batas dosis itu untuk masyarakat dan pekerja radiasi memang lain. Pekerja radiasi itu bisa lebih tinggi, seperti saya nih. Tubuh ini mempunyai toleransi untuk melakukan semacam pengeluaran zat yang mungkin masuk," jelas Heru.

"Adanya paparan kecil tetapi itu tidak menyebabkan dampak, masih di bawah batas yang ditentukan, 1 mikro per tahun. Jadi pengukuran dua yang terdeteksi itu pertama 0,1 mikro dan satu lagi 0,05 mikro. Tapi itu kan sudah dilaporkan. Treatment-nya (bila terpapar radioaktif) kita melakukan MCU tiap tahun, seperti itu saja," sambung Heru.

(aud/isa)