Sidang Kasus Pajak Dealer Jaguar, Saksi Dilapori Kewajiban 'Bayar' Petugas

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 13:28 WIB
Sidang Kasus Pajak Dealer Jaguar, Saksi Dilapori Kewajiban Bayar Petugas
Sidang Kasus Pajak Dealer Jaguar, Saksi Dilapori Kewajiban 'Bayar' Petugas (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Deng Heng Fatt mengaku pernah mendapatkan laporan dari stafnya bila ada 'kewajiban' membayar petugas pajak. Deng yang merupakan mantan Kepala Bagian Keuangan PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) itu sempat menanyakan perihal 'kewajiban' itu.

"Amelia (staf PT WAE) pernah melaporkan ke saya pada Mei sepulangnya dari kantor pajak bahwa harus membayar uang kepada orang pajak untuk mendapatkan restitusi," kata Deng saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2020).

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer hingga servis berbagai merek mobil seperti Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda. Lantas kasus bermula saat Darwin Maspolim selaku Komisaris PT WAE meneken Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Badan PT WAE pada tahun 2015, dengan status restitusi Rp 5 miliar.

Namun tim dari Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 DKI Jakarta meminta adanya koreksi penghitungan pajak PT WAE tetapi disanggah Darwin. Setelahnya tim pemeriksa pajak menawarkan restitusi itu bisa disetujui bila ada imbalan yang lantas disanggupi.

Kembali dalam persidangan. Duduk sebagai terdakwa adalah Hadi Sutrisno, Jumari, dan Muhammad Naim Fahmi. Ketiganya merupakan tim pemeriksa dari KPP PMA 3 DKI Jakarta yang didakwa menerima suap dari Darwin.

Dalam persidangan itu Deng yang merupakan saksi mengaku mendapat laporan dari Amelia yang merupakan staf PT WAE mengenai 'kewajiban' tersebut. Amelia lantas menunjukkan 2 lembar kertas yang isinya pembayaran pajak senilai Rp 2,7 miliar dan tentang restitusi sebesar Rp 2,5 miliar.

"Ketika saya tanya dengan siapa Anda bicara, dia (Amelia) bilang bertemu dengan supervisor. Dia bilang Anda tidak berhak tahu karena ini masalah refund," kata Deng.

Setelah itu pegawai PT WAE lainnya, Lili, bernegosiasi dengan petugas pajak. Pihak PT WAE akhirnya sepakat untuk membayar sekitar Rp 900 juta demi mendapatkan restitusi.

"Bernegosiasi dengan petugas pajak dan mencapai kesepakatan Rp 900 juta," ucapnya.

Sepengetahuan Deng, uang itu dibayarkan secara tunai kepada para terdakwa. Dia juga sempat mendapat laporan secara lisan setelah uang itu dibayarkan.

"Sepengetahuan saya itu bukan pembayaran pajak tapi pembayaran ke petugas pajak untuk mendapatkan restitusi," tuturnya.

Simak Juga Video "Kasus Pajak Dealer Jaguar, 3 Pegawai Pajak DKI Didakwa Terima US$ 96.375"

[Gambas:Video 20detik]

(abw/dhn)