Finalis Puteri Indonesia Sumbar Ditunjuk MPR Sosialisasikan Pancasila

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 11:40 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Setelah menerima kunjungan finalis Puteri Indonesia 2020, Ketua MPR RI menganugerahkan gelar Duta MPR RI kepada para finalis, termasuk Runner Up Puteri Indonesia Wakil Sumbar Kalista Iskandar. Penganugerahan ditandai dengan penyematan pin emas Duta MPR RI dan selendang Duta MPR RI.

Tujuan dari pemberian gelar itu adalah tanda bahwa para finalis Puteri Indonesia 2020 akan membantu MPR RI dalam memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada khususnya pada generasi muda, salah satunya Pancasila.

"Karena itulah MPR melaksanakan sosialisasi Empat pilar. MPR juga mengajak kerja sama berbagai kalangan untuk ikut mensosialisasikan Empat Pilar. Kerja sama dengan finalis Puteri Indonesia, ini diharapkan bisa memperbesar keberhasilan program sosialisasi di kalangan milenial," terang Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Jumat (13/3/2020).

Dalam sesi dialog, para finalis kontes kecantikan tersebut mengajukan beberapa pertanyaan. Pemenang Puteri Indonesia 2020 asal Jawa Timur Rr Ayu Maulidia Putri menyayangkan banyaknya aksi intoleransi di berbagai daerah.

Sementara Puteri Indonesia Lingkungan 2002 Putu Ayu Saraswati dan Puteri Indonesia Pariwisata 2020 Jihane Almira Chedid menyoal soal pemerataan dan ketimpangan pendidikan di kota dan daerah yang sangat jauh. Ada pula yang bertanya cara menyampaikan sosialisasi kepada para millennial.


Menurut Jihane, di kota banyak terdapat sekolah dengan berbagai fasilitas lengkap sementara di desa masih banyak anak-anak yang tidak menggunakan alas kaki, bahkan pakaian seadanya ketika berangkat sekolah.

Ketua MPR menyebut selama 15 tahun pascareformasi mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila tak pernah diajarkan sehingga generasi muda banyak yang tak mengenal Pancasila. Hal tersebut mengakibatkan aksi intoleransi di masyarakat sangat mudah ditemukan.

Terkait masalah kesenjangan pendidikan, Bamsoet berharap Mendikbud bisa menyelesaikan persoalan yang ada. Karena anggaran dari pemerintah untuk pendidikan mencapai 20% APBN atau sekitar Rp 500 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menjawab soal cara menyampaikan Empat Pilar kepada generasi muda. Ia mengatakan berdasarkan surveyi, kebanyakan milenial ingin cara yang dipakai adalah sharing atau berdiskusi, bukan cara konvensional seperti kajian atau seminar.

"Karena sharing, memakai komunikasi dua arah, kedua belah pihak melakukan diskusi dengan santai. Sehingga lebih menyenangkan dan dipilih oleh generasi muda," papar Lestari.

Frederika Cull Marah saat Pemprov Sumbar Tak Akui Kalista Iskandar:

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)