Round-Up

Kerap Bikin Resah, Preman di Medan Dihukum Jadi Pembersih Sampah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 21:34 WIB
Preman yang dihukum bersih-bersih lingkungan di Medan (Dok. Istimewa)
Foto: Preman yang dihukum bersih-bersih lingkungan di Medan (Dok. Istimewa)
Medan -

Preman yang bikin resah di Medan, Sumatera Utara (Sumut) diburu. Polisi berhasil menciduk belasan preman lalu dihukum bersihkan sampah.

Tim Pemburu Preman Polrestabes Medan sudah bergerak sejak awal Maret 2020. Sebanyak 17 orang diduga preman ditangkap di seputaran Medan Mal, Pasar (Pajak) Bulan dan pasar Palapa.

Razia preman dilakukan pada Kamis (5/3) dipimpin Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar. Ketika itu tim pemburu preman berkeliling dengan mobil dan sejumlah sepeda motor. Ada dua tim yang dikerahkan, yakni di sekitar Medan Mal dan Pasar Palapa.

Setibanya di lokasi, petugas langsung memeriksa sejumlah orang yang dicurgai sebagai preman. Mereka yang diperiksa antara lain juru parkir liar hingga calo angkot. Mereka diangku ke Polrestabes Medan setelah diinterogasi.

"Untuk di kawasan Medan Mall ada 15 orang dan di Pajak Palapa ada 2 orang," kata Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Alimuddin Sinurat.

Dia menyebut para preman ini punya modus berbeda-beda. Antara lain menyewakan tenda hingga parkir liar di sekitar pasar. Polisi bakal secara rutin menangkap preman di Medan. Mereka yang terjaring razia akan diberikan pembinaan.

Sepekan kemudian, tim pemburu kembali melakukan razia preman. Razia kali ini digelar di Kawasan Sungai Deli serta Istana Maimun, Medan, Rabu (11/3/2020). Para preman menggunakan kaus bertulisan 'Aku mantan calo, sekarang tobat'.

Preman-preman yang kena ciduk kemudian dihukum membersihkan kawasan Istana Maimun. Mereka terlihat mengangkut sampah di bantaran sungai. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran TNI/Polri hingga komunitas lainnya. Setelah selesai dihukum membersihkan lingkungan, para preman dipulangkan.

"Preman yang telah diamankan selama 1x24 jam sebanyak 20 orang tersebut dikembalikan ke kediamannya masing-masing setelah menandatangani pernyataan," ujar AKBP Sonny Siregar.

(idn/idn)