Dear Pejabat-pejabat Indonesia, Pimpinan WHO Tak Anjurkan Salam Siku

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 16:41 WIB
Momen JK-Sri Mulyani Salam Corona
Sri Mulyani dan Jusuf Kalla sedang salam siku. (Dok. Akun Twitter @husainabdullah1)
Jakarta -

Istana Kepresidenan tengah mempopulerkan salam siku (elbow bump greeting) sebagai pengganti jabat tangan di saat wabah virus Corona ini. Namun ternyata, pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak menganjurkan salam siku.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pendapatnya soal salam siku sejak 7 Maret kemarin. Pendapatnya soal salam siku disampaikan dalam rekomendasi perihal penjagaan diri dari COVID-19.

"Ketika memberi salam ke orang-orang, sebaiknya hindari salam siku karena salam tersebut berada pada jarak 1 meter dengan orang lain. Saya memilih untuk meletakkan tangan saya di hati saya ketika saya memberi salam ke orang lain, belakangan ini," kata Tedros lewat akun Twitter resminya, dilihat detikcom, Kamis (12/3/2020).

Tedros kemudian berbicara soal topik salam siku lagi lewat cuitan 11 Maret. Dia menilai 'hand on a heart' atau salam 'tangan di hati' lebih baik. Dia merespons cuitan akun QuickTake by Bloomberg yang memberitakan saran menghindari salam siku yang dikemukakan Tedros sendiri, "Tidak jabat tangan, tidak ciuman, bahkan tidak salam siku."

"'Tangan di hati' adalah cara yang baik untuk memberi salam ke rekan-rekan, kolega, dan tetangga Anda... selama COVID-19, tapi yang lebih penting adalah menjaga diri Anda dan yang lainnya agar aman dari virus Corona. Saya menggunakan kesempatan ini untuk meminta setiap orang untuk berbagi pandangan, bagaimana Anda beresalaman pada hari-hari belakangan ini?" cuit Tedros.

Dear Pejabat-pejabat Indonesia, Pimpinan WHO Tak Anjurkan Salam SikuDirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (REUTERS/Denis Balibouse)

Simak Juga Video "WHO: Semua Negara Bisa Ubah Arah Pandemi Virus Corona COVID-19"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2