Ibu-ibu di Palopo Mau ke Pernikahan Jadi Korban Hipnotis, Rp 34 Juta Raib

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 14:51 WIB
2 pelaku hipnotis di Palopo ditangkap (dok. Istimewa)
Foto: 2 pelaku hipnotis di Palopo ditangkap (dok. Istimewa)
Palopo -

Dua orang sindikat pelaku hipnotis yang membawa kabur uang tunai dan gelang emas milik warga senilai Rp 34 juta di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap. Pelaku bernama Ali (56) dan Sukarno (34).

"Ada tiga orang pelaku, satu pelaku lainnya atas nama Jubaidah (47) sudah ditahan di Polres Barru atas kasus yang sama," ujar Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf kepada detikcom, Kamis (12/3/2020).

Ardy mengatakan korban perempuan bernama Hamda bersama seorang anaknya awalnya sedang menunggu mobil hendak pergi ke sebuah pesta pernikahan pada Sabtu (1/2). Kemudian tiga orang pelaku menggunakan mobil menghampiri korban.

Pelaku, kata Ardy, kemudian berpura-pura bertanya ke korban 'di mana panti asuhan atau masjid' dengan alasan mau menyumbang. Korban dan anaknya lantas naik ke atas mobil dengan tujuan mengantar para pelaku ke alamat yang ditanyakan pelaku.

"Pada saat di atas mobil, korban diperlihatkan sebuah permata dan pelaku mengatakan 'ini bagus untuk berobat dan kalau disimpan bisa banyak rejeki'. Setelah itu korban merasa tidak sadar atau merasa dihipnotis," ujar Ardy.

Setelah terhipnotis, sebut Ardy, korban langsung diarahkan pelaku untuk menarik uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat. Korban pun tanpa sadar menarik uangnya sebanyak Rp 10 juta.

"Para pelaku juga meminta kartu ATM BRI beserta PIN-nya dan 1 buah emas gelang," ujar Ardy.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 34 juta," sambung Ardy.

Polisi yang melakukan penyelidikan lantas berhasil mengetahui dan menangkap Sukarno di rumahnya di Parepare, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 18.00 Wita. Hanya berjarak 2 jam lamanya, polisi kembali menangkap Ali di Jalan Takkalao, Parepare, atau sekitar pukul 20.00 Wita.

"Jadi catatan tambahan, para pelaku keliling Sulawesi Selatan dan Sulawesi tengah untuk mencari korbannya," pungkas Ardy.

(jbr/jbr)