Sidang Kasus Wawan, Jennifer Dunn Jadi Saksi

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 11:36 WIB
Jennifer Dunn.
Jennifer Dunn (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Artis Jennifer Dunn menjadi saksi dalam kasus korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Jennifer duduk sebagai saksi bersama empat orang lainnya.

Pantauan detikcom, Jennifer Dunn sudah berada di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (12/3/2020). Dia duduk di bangku pengunjung sidang sebelum sidang dimulai.

Jennifer Dun terlihat memakai baju berwarna pink dan kerudung warna senada. Saat sidang dimulai, dia berjalan santai menuju kursi saksi.

Saat ditanya hakim, Jennifer juga mengaku kenal dengan Wawan. Mereka pernah bekerja sama untuk promosi perusahaan.

"Waktu itu aku diminta Mas Wawan dengan temannya Mas Oliver untuk mempromosikan perusahaan yang ada di Kuningan," ucapnya.

Selain Jennifer, saksi lain yang hadir adalah pegawai Bank OCBC Rafi Wisesa, karyawan showroom Sri Wulandari, sales PT Budaya Maju Mandiri Budiharto, dan Yessica Devis.

Sebelumnya, jaksa KPK mengungkap mobil milik Wawan diberikan kepada sejumlah artis. Salah satunya Catherine Wilson diberi mobil Nissan Elgrand oleh Wawan.

Dalam surat dakwaan Wawan, Nissan Elgrand 2.5 WD keluaran 2008 warna abu muda metalik dengan nomor polisi B-1387-SKB dibeli Wawan seharga Rp 650 juta. Namun ada kekurangan pembayaran yang dicicil oleh Wawan. Mobil Nissan Elgrand itu lantas dibaliknamakan ke Catherine Wilson dan Selvia sebagai kakak Catherine Wilson.

Selain itu, pada Januari 2012, Wawan membeli Honda CR-V seharga Rp 383 juta. Mobil itu diberikan Wawan kepada penyanyi bernama Rebecca Soejatie Reijman.

Selain itu, ada selebriti lain bernama Reny Yuliana yang disebut jaksa mendapatkan mobil dari Wawan, yaitu Mercedes-Benz tipe C200 K AT. Mobil itu awalnya dibeli Wawan seharga Rp 575 juta untuk Agus Puji Raharjo, yang saat itu tercatat sebagai anggota DPRD Banten.

Dalam persidangan ini, Wawan duduk sebagai terdakwa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama PT BPP. Dia didakwa merugikan negara terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten dan Tangerang Selatan serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

(abw/idn)