Yuri Soal Diskriminasi ke WN Jepang: Yang Melakukan Masyarakat, Jadi Nggak Enak

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 14:16 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Foto: Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, menyayangkan perilaku diskriminatif yang dialami WN Jepang yang tinggal di Indonesia. Masafumi mengatakan warga negaranya dianggap sumber virus Corona. Bagaimana respons pemerintah?

"Makanya saya tidak akan mengatakan negara mana, karena itu (diskriminatif)," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Yuri mengatakan pemerintah tak memperlakukan WN Jepang secara diskriminatif. Namun, ada oknum di masyarakatl yang mendiskriminasi karena mengetahui identitas pasien. Karena itu, kata Yuri, pemerintah tetap komitmen untuk menjaga kerahasiaan identitas pasien.

"Ya yang melakukan kan masyarakat, 'Orang ini bawa penyakit', kan jadi gak enak," ujar Yuri.

"Jadi dari tim penanganan corona itu sendiri sudah mendapatkan laporan mengenai perlakuan diskriminasi pak?" tanya wartawan kepada Yuri.

"Ya itu yang saya katakan diskriminasi itu, 'Woy kamu orang kampung, ono, ono...," sambung Yuri sambil mencontohkan perilaku diskriminatif.

Yuri mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan Dubes Jepang untuk Indonesia.

"Sudah, sudah komunikasi sama saya, dan kita sudah langsung kontak kok melalui Kemlu juga," tutur Yuri.

Selanjutnya
Halaman
1 2