Eks Sesmenpora Akui Serahkan Uang Rp 300 Juta ke 'Big Boss' Imam Nahrawi

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 13:09 WIB
Ada yang berbeda dari penampilan Imam Nahrawi saat jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ya, ia terlihat mengenakan peci bertuliskan NU.
Foto: Eks Menpora Imam Nahrawi dalam sidang suap hibah KONI di PN Tipikor, Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Alfitra Salamm mengaku sering dimintai uang oleh asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Alfitra mengatakan sering tertekan karena Ulum kerap meminta uang yang jumlahnya bervariasi.

Hal itu dikatakan Alfitra saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). Alfitra mulanya menjelaskan pernah dimintai uang oleh Ulum yang nantinya uang itu diperuntukkan untuk organisasi keagamaan yang dilaksanakan di Jombang, Jawa Timur.

"Waktu itu (Ulum) mengatakan begini, bahwa 'big boss' butuh bantuan, mau ada kegiatan keagamaan pada 6 Agustus maka urgent untuk dibantu," ujar Alfitra.

Alfitra mengaku pada saat itu mendapat ancaman dari Ulum. Dia mengaku diancam akan dicopot jika tidak menyerahkan uang untuk organisasi keagamaan itu.

"Beliau (Ulum) bilang ini harus diberikan kalau tidak jabatan saya sebagai sesmenpora akan dievaluasi, dicopot," tuturnya.

Alfitra mengatakan selama 2016 itu Ulum meminta uang kepada Alfitra sebesar Rp 300 juta untuk organisasi keagamaan. Kemudian permintaan kedua, di tahun yang sama berjumlah Rp 5 miliar.

Alfitra menjelaskan awalnya Ulum meminta uang Rp 500-700 juta untuk organisasi keagamaan. Namun, dia mengaku tidak memiliki uang dan anggaran Kemenpora juga tidak ada. Akhirnya karena terus didesak Ulum dan takut akan dicopot, dia pun meminta bantuan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

"Hamidy bilang kita juga nggak ada uang, akhirnya karena Pak Hamidy ini adalah seorang pengusaha, dia punya uang ya dia akhirnya bantu," jelasnya.

Ending menyanggupi permintaan Alfitra untuk membantu menyerahkan uang ke Imam sebesar Rp 300 juta. Ending, kata Alfitra, langsung menghubungi Bendara Pengeluaran Pembantu (BPP) Satlak Prima yang bernama Lina Nurhasannah.

Simak Video "Sesmenpora Duga Ada Owner Klub Sepakbola Terlibat Pengaturan Skor"