Atasi Konflik Papua Lewat Pendekatan Kesejahteraan, Ini Penjelasan Mahfud

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 19:47 WIB
Jembatan Youtefa (sebelumnya bernama Jembatan Holtekamp]) adalah jembatan di atas Teluk Youtefa, Papua. Jembatan ini menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi.
Melihat Jembatan Youtefa, kebanggaan warga Papua (Lamhot Aritonang/detikcom)

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan dalam praktiknya tiap kementerian yang punya program di Papua akan dikoordinasikan oleh satu desk yang dinamakan desk Papua dan dipimpin oleh Ketua Bappenas. Mahfud mengungkapkan hal itu dilaksanakan sebagai bagian dari instruksi Presiden yang menginginkan adanya integrasi lintas kementerian terkait pembangunan di Papua.

"Misalnya Departemen Perhubungan di situ membangun pelabuhan, Departemen PUPR-nya jangan jauh-jauh dari situ kalau mau bangun jalan, infrastrukturnya," jelas Mahfud.

"Kemudian Departemen Perdagangannya di situ kalau mau bangun apa, kompleks perdagangan atau apa sehingga nanti terlihat wujudnya sebagai satu kesatuan ndak sendiri-sendiri, tidak milih lokasi sendiri. Tetapi lokasinya dibicarakan bersama oleh satu badan sehingga wujudnya (pembangunan) itu terlihat," sambungnya.

Mahfud juga menyinggung sedikit terkait kondisi keamanan yang terjadi di Tembagapura, Papua, saat ini. Hasil rapat lintas menteri yang dilakukannya siang tadi di Kemenko Polhukam, menyebutkan jika tidak perlu penambahan pasukan di Papua. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini optimistis Papua yang akan menjadi tuan rumah dua hajatan besar nasional akan berangsur kondusif.

"Sudah, tadi di rapat menjamin keamanan PON, keamanan Pilkada, dan seterusnya. Ndak, tadi di rapat ndak ada, menyatakan cukup (jumlah pasukan)," pungkasnya.

Halaman

(jbr/jbr)