Kalista Iskandar Salah Ucap Pancasila, Anggota DPR: Tak Perlu Dipermasalahkan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Minggu, 08 Mar 2020 05:49 WIB
Puteri Anetta Komarudin
Puteri Komarudin (Foto: Rolando/detikcom)

Terlepas dari itu, Puteri mengatakan generasi muda saat ini berada dalam situasi yang cukup mengkhawatirkan. Hal itu merupakan dampak dari globalisasi yang mulai mengikis nilai-nilai kebangsaan.

"Untuk itulah MPR RI eksis sebagai lembaga yang mengamankan ideologi Pancasila dan melaksanakan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI dan mengawal tegaknya kehidupan yang Berbhinneka Tunggal ika. Tugas MPR tersebut sesuai hasil revisi UU tentang MPR/DPR, DPD dan DPRD (MD3), yakni memasyarakatkan Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar dia.

"Oleh karena itu, ini akan menjadi tugas kita bersama untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda bangsa mengingat tantangan yang dihadapi ke depan akan semakin berat. Puteri Indonesia nantinya bisa ikut andil sebagai duta bangsa yang dapat mempromosikan kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia kepada dunia internasional," sambung Puteri.

Sebelumnya diberitakan, momen Kalista tidak berhasil melafalkan Pancasila dengan benar itu terjadi di acara Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2020 yang disiarkan langsung di SCTV. Kalista mendapat pertanyaan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

"Kita beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Pertanyaan saya adalah, apakah Kalista hafal lima sila yang terkandung dalam Pancasila?" tanya Bamsoet.

"Terima kasih, Pak," ucap Kalista kepada Bamsoet. Dia lalu mulai melafalkan satu per satu butir Pancasila.

Sila pertama hingga ketiga dilafalkan dengan lancar oleh Kalista. Saat melafalkan sila keempat, Kalista salah ucap.

"Nomor empat, kemanusiaan yang...," ucap Kalista yang langsung disambut sorakan penonton.

Meski salah, Kalista tetap mencoba untuk menguraikan isi sila keempat. Sayangnya jawabannya tidak tepat. "Kemasyarakatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan, dalam permusyawaratan per.. masyarakat, perwakilan," sambung dia.

Kesalahan perempuan berusia 21 tahun ini masih berlanjut saat dia melafalkan sila kelima. "Lima, kemanusiaan sosial yang adil dan beradab," kata Kalista sembari disambut sorakan penonton.

Meski demikian, Bambang tetap mencoba memberi apresiasi kepada Kalista yang sudah mau berusaha menjawab pertanyaannya. "Terima kasih Kalista, Anda layak menang," ucap Bambang

Halaman

(knv/eva)