BPH Migas-Unpad Jalin Kerja Sama Kaji Kegiatan Hilir Migas

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 22:10 WIB
BPH Migas
Foto: BPH MIgas
Jakarta -

Dalam rangka menjalin landasan kerja sama antara BPH Migas dengan Universitas Padjadjaran terkait pengkajian, pengabdian kepada masyarakat, dan sosialisasi bidang hilir minyak dan gas bumi, BPH Migas melaksanakan pembahasan Nota Kesepahaman dengan Unpad. Kerja sama tersebut harus segera dilaksanakan mengingat banyak sekali urgensi dari tugas pokok dan fungsi BPH Migas yang membutuhkan kajian dari sisi akademis.

"Kami rasa kerja sama ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, oleh karena itu kami berharap agar kerja sama ini dapat segera direalisasikan, agar tidak hanya kajian regulasi tapi juga dapat menambah kapasitas SDM yang kami (BPH Migas) punya," ujar Komite BPH Migas M Lobo Balia, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2020).

Dalam pembahasan Nota Kesepahaman bertempat di unit Kementerian ESDM Bandung itu, turut hadir Komite BPH Migas Hari Pratoyo, Jugi Prajogio, Saryono Hadiwidjoyo, tim BPH Migas dan Manajer Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi, Kerja sama dan Korporasi Akademik Prita Amalia bersama tim.

Lobo mengungkapkan, ada 2 Ruang Lingkup Nota Kesepahaman yang dilakukan yaitu, kerja sama dalam kegiatan Pengkajian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Sosialisasi Bidang Hilir Minyak dan Gas Bumi dan kerja sama dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas para pihak, sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Manajer Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Inovasi, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik UNPAD Prita Amalia mengapresiasi dan telah menyetujui substansi dari Draft Nota Kesepahaman yang telah disusun oleh tim Bagian Hukum BPH Migas.

"Secara substansi kami (Unpad) sudah oke, tinggal kita tindak lanjut untuk persetujuan melalui pengesahan antar pihak," ujar Prita.

Selaras dengan pernyataan Prita, Komite BPH Migas, Jugi Prajogio mengatakan kerja sama ini perlu dipertajam dengan perjanjian kerja sama agar tepat sasaran.

"Agar segera disusun perjanjian kerja samanya untuk dapat secara detil nanti bentuk dan isi kerjasama apa saja yang dapat kita maksimalkan agar kerjasama ini berjalan efektif dan optimal" ujar Jugi.

Sebagai informasi, Nota Kesepahaman yang dibahas tersebut akan berlaku selama 3 tahun sejak ditandatangani dan akan dipertajam melalui Perjanjian Kerja Sama yang akan membahas terkait:

  1. Penyelenggaraan bersama kajian terkait kegiatan hilir minyak dan gas bumi yang bermanfaat bagi kepentingan bersama
  2. Pertukaran tenaga ahli yang disepakati
  3. Pertukaran data dan informasi
  4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia
  5. Diseminasi dan publikasi ilmiah hasil kajian.
(akn/ega)