Pertamina Salurkan Dana Rp 17 Miliar ke Peternak Sapi hingga Bengkel

Reyhan Diandra - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 15:30 WIB
pertamina
Foto: pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menggandeng usaha masyarakat Lampung Tengah khususnya di Desa Astomulyo, Punggur sebagai mitra di Program Kemitraan (PK) Pertamina. Sebanyak 106 calon mitra akan mendapatkan dana sebesar Rp 17 miliar untuk bidang usaha yang dimilikinya, seperti peternakan sapi, peternakan ayam, toko sembako, dan bengkel.

"Mengawali tahun 2020, Pertamina Region Sumbagsel akan menggandeng 106 calon mitra di wilayah Lampung Tengah dengan bidang usaha, antara lain peternak sapi, peternak ayam, toko sembako, serta bengkel dengan total penyaluran mencapai Rp 17 milyar Rupiah. Mudah-mudahan ini menjadi start yang bagus untuk kontribusi berkelanjutan Pertamina terhadap perekonomian masyarakat dan daerah," ujar Vice President Corporate Social Responsibility & Small Medium Enterprise Partnership Program (CSR & SMEPP) Pertamina Arya Dwi Paramita, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).

Sebelumnya di tahun 2019 Pertamina juga telah mendampingi petambak udang di Bratasena sebagai mitranya. Namun kali ini Pertamina Region Sumbagsel menyalurkan dana Program Kemitraan di Desa Astomulyo karena wilayah tersebut memiliki potensi besar dalam bidang peternakan, pertanian, dan perkebunan sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk Pertamina.

Arya mengungkapkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina memiliki mandat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat di sekitarnya. Melalui Program Kemitraan (PK), Pertamina Region Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus mencari potensi-potensi usaha khas ataupun unggulan di daerah dengan tujuan memajukan usaha tersebut dan mendorong kesejahteraan masyarakatnya.

"Semoga bantuan permodalan, pelatihan, pendampingan, serta bentuk dukungan lainnya dari Pertamina dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh mitra binaan. Pertamina dan mitra binaan akan bergandengan mengawal seluruh proses PK ini untuk mencapai tujuan besar tersebut," ucapnya.

Arya melanjutkan, di wilayah Sumbagsel sendiri pada tahun lalu telah disalurkan dana PK sebesar Rp 40 miliar yang tersebar kepada berbagai pelaku usaha di lima provinsi, antara lain Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Berdasarkan hal ini, tidak menutup kemungkinan Pertamina akan terus mencari potensi usaha daerah yang dapat dikembangkan.

"Tim Pertamina akan menyebar mencari potensi-potensi yang dapat digali dari setiap daerahnya. Kami juga biasanya akan bekerjasama dengan dinas atau kelompok supaya bantuan PK ini dapat tepat sasaran diterima oleh pelaku usaha yang membutuhkan," jelas Arya.

Mewakili Kelompok Wanita Tani (KWT), Ketua Asosiasi KWT Suparti menyampaikan, antusiasme para calon mitra yang menandatangani SPPU pada hari ini. Menurutnya melalui PK ini, masyarakat mulai bisa mengembangkan usahanya secara bertahap.

"Mereka adalah pekerja keras. Dengan adanya bantuan permodalan PK ini saya rasa seluruh pelaku usaha ini bisa memulai prioritisasi pengembangan usahanya, dengan demikian usaha mereka akan lebih maju dan lebih bermanfaat lagi," kata Suparti.

Turut hadir juga dalam kesempatan ini adalah beberapa jajaran Dinas Kabupaten Lampung Tengah serta Camat Punggur. Camat Punggur Priyadi pada kesempatan ini juga menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Pertamina terhadap pelaku usaha di wilayah Desa Astomulyo.

"Dengan Program Kemitraan ini, harapannya mereka dapat memberikan kontribusi tambahan terhadap perekonomian daerah. Tidak lupa para mitra ini juga akan menjadi wajah dari hasil daerah khas Punggur, Lampung Tengah," pungkas Priyadi.

Sebagai informasi, dengan ditandatanganinya Surat Perjanjian Pinjaman Uang (SPPU) dalam acara tersebut, maka 106 calon mitra di Wilayah Lampung akan resmi menjadi mitra binaan Pertamina. Selain keuntungan bantuan permodalan dengan biaya administrasi yang rendah, mitra binaan Pertamina akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan berkala dengan harapan usaha para mitra binaan ini dapat tumbuh, berkembang, dan dapat menyumbang manfaat bagi masyarakat dan daerahnya.

Selain itu, lima mitra binaan yang bergerak dalam bidang usaha makanan ringan, kopi, dan keripik juga mendapatkan bantuan berupa desain dan cetak kemasan, serta alat sealer untuk kemasannya.

(mul/ega)