Perluas Pasar Ekspor, Kemendag Percepat Penyelesaian Perdagangan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 23:00 WIB
Kemendag
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Untuk menjaga neraca perdagangan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto akan mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan, baik dengan negara-negara pasar ekspor utama maupun potensial guna mencapai pertumbuhan ekspor nonmigas. Menurutnya, percepatan penyelesaian perundingan dapat memperluas akses pasar ekspor.

"Percepatan penyelesaian perdagangan internasional penting dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas 2020-2024 sebesar 5,2-9,8 persen sesuai RPJMN. Perundingan- perundingan yang telah selesai diharapkan segera diratifikasi dan diimplementasikan sehingga pelaku usaha dapat segera merasakan manfaatnya. Sejumlah perundingan yang telah disepakati juga akan dikaji kembali untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada ekonomi nasional," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2020).

Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan arahan pada Pra Rapat Kerja Kemendag bertemakan di Jakarta, Selasa (3/3).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, sejauh ini Kemendag telah menyelesaikan dan mengimplementasikan 16 perjanjian perdagangan internasional (di luar beberapa protocol to amend), 12 perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 11 perjanjian yang sedang dalam proses negosiasi.

Salah satu perjanjian perdagangan yang diprioritaskan untuk segera diselesaikan pada 2020 sesuai arahan Presiden Joko Widodo yaitu perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA). Presiden, lanjut Jerry, memberikan arahan mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan agar dapat meningkatkan ekspor dan investasi. Kedua hal tersebut merupakan kunci penting dari kebijakan ekonomi dan pembangunan Indonesia.

"Kita harus mampu melakukan terobosan-terobosan di luar strategi yang selama ini sudah dijalankan dengan berpegang pada prinsip keterbukaan dan daya saing. Dalam negosiasi dagang, Indonesia juga terus berupaya tegas melawan praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah diatur organisasi perdagangan dunia (WTO), seperti diskriminasi yang cenderung proteksionis," tegas Jerry.

Lebih lanjut, Jerry mengungkapkan Kemendag juga terus mengawal perkembangan berbagai negosiasi di tingkat internasional, antara lain penyelesaian sengketa dagang produk Indonesia di WTO, realisasi Bogor Goal dalam kerangka kerja sama APEC, dan menyelesaikan berbagai isu dalam Forum G20.

Terkait dengan isu terkini penyebaran virus covid-19, Jerry menyatakan negosiasi dagang tidak akan terganggu karena komunikasi intensif dengan negara mitra dapat dilakukan melalui banyak medium. Selain itu, Jerry juga mengimbau kepada para perwakilan dagang di luar negeri seperti atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) terus bekerja keras dan mengoptimalkan eksistensi FTA Centers di beberapa kota di Indonesia untuk memberikan jasa edukasi, konsultasi, dan advokasi hasil kesepakatan kerja sama ekonomi internasional agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian domestik dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Terimakasih atas kerja Atdag dan ITPC di negara akreditasi yang selama ini menjadi ujung tombak perdagangan. Tetap semangat bekerja untuk Indonesia," pungkas Jerry.

(prf/ega)