Polisi Tangkap 7 Orang Sindikat Pemalsu Sertifikat Tanah di Jakarta

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 19:44 WIB
Polda Metro Jaya meringkus tujuh pelaku mafia tanah yang memalsukan dokumen.
Foto: Polda Metro Jaya meringkus tujuh pelaku mafia tanah yang memalsukan dokumen. (Farih-detikcom)

Setelah itu, sertifikat palsu tersebut dikembalikan ke dalam brankas. Sementara sertifikat asli, oleh AF digadai melalui notaris seharga Rp 3,7 Miliar.

"Untuk memudahkan bridging, AF menggunakan figur-figur yang sama dengan orang tuanya. Jadi ada yang mengaku orang tuanya ke notaris. Kemudian membuat KTP dengan figur seseorang, dia adalah figur orang tuanya untuk meyakinkan notaris bahwa inilah orang tuanya dibuatkan KTP sesuai data orang tuanya. Setelah itu dicairkan Rp 3,7 miliar," jelasnya.

Yusri mengatakan kasus tersebut terungkap setelah diketahui AF tidak sanggup membayar dalam waktu tiga bulan. Orang tua AF, yang merupakan pemilik sertifikat asli itu tidak merasa menggadaikan sertifikatnya keberatan dan melaporkan kasus itu ke polisi.

"Dia berjanji menyelesaikan dengan bridging dalam waktu 3 bulan, pas 3 bulan bridging ini datang mau eksekusi. Karena perjanjiannya eksekusi kalau tidak bisa bayar, dari situlah terungkap semua dilaporkan," katanya.

Para pelaku pun ditangkap polisi pada Rabu (15/1). Mereka dijerat Pasal 367, 263, 266 Junto 55 KUHP.


(fas/idh)