Istana Tepis PKS soal Kesan Pemborosan: Biaya Sewa Pesawat Lebih Murah

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 09:52 WIB
Donny Gahral.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian Komunikasi Politik, Donny Gahral (Foto: Dok. Pribadi )

Donny menilai persoalan transparansi penyewaan pesawat bukan menjadi suatu masalah. Menurutnya, pemerintah pasti sudah mendapatkan pengawasan dari DPR.

"Saya kira itu bukan suatu isu, saya kira pemerintah diawasi oleh DPR," tutur Donny.

Sebelumnya diberitakan, PKS mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyewa pesawat dari Garuda Indonesia untuk kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). PKS menilai langkah Jokowi menyewa pesawat itu terkesan pemborosan.

"Tentu terkesan pemborosan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (28/2).

Mardani meminta pemerintah transparan mengenai penyewaan pesawat dari Garuda itu. Sebab, menurutnya, seharusnya biaya yang dikeluarkan lebih sedikit jika menyewa milik perusahaan Indonesia sendiri.

"Semua mesti transparan, berapa penghematan bisa dihasilkan. Karena logikanya pesawat sendiri tidak harus bayar mestihya lebih murah," ujarnya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung juga sudah menjelaskan perihal penyewaan pesawat tersebut. Dia mengatakan efisiensi menjadi alasan Jokowi menyewa pesawat jenis Boeing 777-300 ER dari Garuda Indonesia. Sebab pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet (BBJ) lebih sering transit untuk mengisi bahan bakar jika terbang ke AS.

"Apabila menggunakan pesawat kepresidenan sekarang itu harus transit 3 kali berdasarkan pengalaman yang dulu, setiap transit harus mengisi bahan bakar dan dihitung biayanya akhirnya menjadi lebih mahal, dibandingkan dengan menggunakan pesawat yang selama ini digunakan udah lebih mahal, capek kemudian, yang diangkut juga terbatas," ujar Pramono.

Soal Pesawat Baru Presiden, Seskab: Itu Sewa Garuda, Lebih Murah:

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(ibh/mae)