Round-Up

Alasan-alasan Jokowi yang Kini Sewa Pesawat ke AS

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 08:02 WIB
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia telah tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Pesawat Boeing Bussines Jet (BBJ)-2 yang  dibuat pada 2013 seharga US$ 91,2 Juta.
Ilustrasi Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia. (Foto: Hasan Alhabshy)

Pramono selaku pihak Istana memastikan pesawat tersebut dipakai untuk penerbangan jarak jauh. Pramono mengatakan Boeing 777-300 ER yang disewa cukup transit satu kali saja untuk penerbangan ke AS.

"Yang jauh-jauh saja. Tapi kalau perjalanan seperti ke Abu Dhabi yang selama termasuk ke Eropa kemarin masih pakai BBJ. Kalau pesawat yang ini, paling transit sekali saja," ujarnya.

Seperti yang sempat diunggah akun @avia.pedia, pesawat sewaan itu diberi tulisan 'Republik Indonesia' di badan pesawat. Kenapa?

"Sebab secara keprotokolan negara, pesawat itu akan menjadi Pesawat Kepresidenan RI," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dalam keterangannya.

Heru mengatakan bahwa pemilihan pesawat maskapai nasional ini bertujuan untuk penghematan anggaran dan efisiensi waktu. Jika menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 (BBJ-2), jarak ke AS harus ditempuh dengan beberapa kali transit, sehingga perjalanan bisa mencapai dua hari.

"Waktu tempuh maksimal penerbangan dari Boeing 777-300ER adalah 14 jam sehingga penerbangan dari Jakarta ke Las Vegas, lokasi KTT berlangsung, dengan pesawat berbadan lebar ini dapat ditempuh hanya dengan satu kali transit," ucap Heru.

"Manfaat lainnya dengan waktu maksimal penerbangan di atas 12 jam adalah tempat transit dapat dipilih negara yang aman dari penyebaran virus corona," kata Heru.

Adapun pesawat kepresidenan Indonesia-1 (BBJ-2) saat ini sudah waktunya menjalani perawatan dan pemeliharaan rutin tahunan. Sehingga saat Presiden melakukan lawatan ke AS, pesawat kepresidenan Indonesia-1 akan menjalani pemeliharaan sebagaimana telah terjadwal oleh GMF (Garuda Maintenance Facility).

Halaman

(idn/rfs)