Warga Kebon Pala Tolak Normalisasi, Pemprov DKI Akan Lakukan Sosialisasi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 06:19 WIB
Banjir Jakarta beberapa waktu lalu membuat upaya untuk normalisasi Sungai Ciliwung kembali bergeliat. Pembebasan lahan untuk pelebaran sungai pun akan dilakukan
Warga bantaran Kali Ciliwung (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi kepada warga Kebon Pala, Jakarta Timur yang menolak adanya normalisasi Kali Ciliwung. Pemprov DKI akan memberikan pemahaman kepada warga-warga tersebut mengenai dampak jika Kali Ciliwung tidak dinormalisasi.

"Nanti dari pihak wilayah, mulai dari kelurahan, kecamatan sampai tingkat Kota yang bisa memberi pemahaman soal dampak kalau Kali Ciliwung tidak dinormalisasi," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Yusuf saat dihubungi, Sabtu (29/2/2020).

Juaini mengatakan sosialisasi ke warga itu akan dilakukan sebelum pekerjaan normalisasi dimulai. Namun, dia tidak menjelaskan lebih detail kapan sosialisasi soal pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung itu dilakukan.

"Pasti nanti sebelum proyek mau di normalisasi akan ada sosialisasi. Soal waktunya nanti dari aparat wilayah yang akan melaksanakan. Kalau fisiknya (pekerjaan normalisasi) kan dari Kementerian PUPR yang mengerjakan," ujarnya.

Untuk diketahui, Normalisasi Kali Ciliwung telah menjadi salah satu proyek antibanjir di Jakarta. Setidaknya ada 33 km bantaran kali Ciliwung yang mau dinormalisasi sejak 2012, namun hingga kini baru 16 km saja yang sudah selesai.

Bahkan di 16 km yang sudah digarap, ada yang baru satu sisi kali saja yang dinormalisasi. Hal itu terjadi di kawasan Jatinegara, bantaran kali Ciliwung yang baru dinormalisasi hanya di sisi Kampung Pulo saja. Sementara daerah Kebon Pala Tanah Rendah di seberangnya belum dinormalisasi.

Warga Kebon Pala sendiri sebetulnya menolak normalisasi yang mau dilakukan, menurut Niko Setiawan kabar normalisasi justru membuat resah warga. Pasalnya, warga takut untuk digusur. Niko juga mengatakan selama ini memang warga masih nyaman untuk tinggal di bantaran kali.

"Kita malah ketakutan, jadi resah. Kita nggak mau digusur. Masalahnya banyak orang bilang akses ke sini kemana-mana gampang, kedua dasarnya emang orang sini lahir gede di sini, orang keluar pun balik lagi," kata Niko saat ditemui detikcom, Jumat (28/2/2020).

Tonton juga video Banjir di Kebon Pala Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal:

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/mae)