Round-Up

Larangan-larangan Baru di Kota Padang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 22:16 WIB
Pelajar SMAN 69 Pulau Pramuka menabung di Teras BRI Kapal Bahtera Seva I (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Foto: Ilustrasi pelajar SMA (dok. BRI)
Jakarta -

Peraturan-peraturan baru akan segera diterapkan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui perda baru yang mencabut Perda nomor 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum. Peraturan itu mulai dari jam malam untuk siswa hingga larangan pesta pernikahan di jalan raya.

"Dilarang ditutup seluruhnya. Jadi, itu nanti jalan raya itu nanti ditetapkan dengan perwako. Jadi jalan-jalan mana yang dilarang ditutup untuk kegiatan-kegiatan pesta, di perwako nanti," kata Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) II Perubahan Perda nomor 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum, Budi Syahrial saat dihubungi, Kamis (27/2/2020).

Budi menjelaskan, tidak semua jalan dilarang untuk dijadikan lokasi pesta pernikahan. Jalan di kompleks yang memiliki jalan alternatif, tidak masalah.

"Tapi kalau untuk jalan-jalan utama seperti jalan Padang-Solok ke Indarung itu, lalu jalan dari Padang ke kampus Unand itu tidak boleh ditutup. Nanti pun kalau ditutup harus tetap boleh ada mobil yang bisa lewat," ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang, lanjutnya, akan dibuat gedung-gedung atau aula-aula pertemuan di kelurahan-kelurahan. Sehingga, gedung itu bisa dipakai untuk tempat pesta pernikahan warga.

Budi menerangkan Pemkot Padang setuju dengan pelarangan jalan raya untuk pesta pernikahan ini. Usulan perda ini juga berasal dari Pemkot.

Selain jalan raya dilarang untuk tenda pesta pernikahan, jam malam bagi pelajar di Kota Padang juga akan diberlakukan. Pelajar dilarang berkeliaran di atas pukul 23.00 WIB.

"Penerapan jam malam bagi pelajar di atas pukul 23.00 WIB, pelajar yang berkeliaran atau berkeluyuran, tidak jelas agendanya, itu boleh dirazia oleh Satpol PP," kata Budi Syahrial.

Selanjutnya
Halaman
1 2