Kabareskrim: Jangan Biarkan Kelompok Anti-Pancasila Eksis di Pilkada 2020

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 18:34 WIB
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai kelompok anti-Pancasila dalam mengamankan Pilkada Serentak 2020. Kelompok tersebut, kata dia, selalu mengambil peran dalam konflik pemilu beberapa tahun belakangan.

"Hal yang menarik adalah setiap kegiatan tersebut, setiap isu tersebut, ada kelompok tertentu yang selalu ikut ambil bagian. Kelompok itu adalah kelompok yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila," kata Listyo di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).

Hal itu disampaikan Listyo dalam Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Pemilihan dan Sistem Laporan Gakkumdu Pemilihan 2020 yang diikuti jajaran kepolisian di daerah. Dia awalnya berbicara soal beberapa kasus konflik, dari Pilkada DKI Jakarta, rasisme di Papua, hingga protes revisi UU KPK.

Listyo menyebut saat ini kelompok anti-Pancasila itu masih mencari 'induknya'. Kelompok tersebut tidak bergabung dengan kelompok nasionalis ataupun agamis.

"Jadi kelompok ini yang kemudian berusaha untuk mencari induk, ini yang rekan-rekan harus waspadai. Sekali lagi jangan biarkan kelompok tertentu, saya tekankan jangan biarkan kelompok tertentu yang ideologinya bertentangan dengan Pancasila untuk memanfaatkan momen untuk kembali eksis, ini betul-betul diperhatikan. Banyak sekali yang bisa dimanfaatkan dan ini mereka bisa masuk," imbuhnya.

Dia juga meminta jajaran kepolisian di daerah bertindak cepat mengatasi potensi konflik horizontal. Dia memastikan Mabes Polri juga akan membantu jajaran di daerah yang punya kerawanan tinggi.

"Kemudian terhadap potensi konflik yang ada secara tuntaskan, utamanya yang nantinya akan berdampak terhadap konflik horizontal karena apa potensi kerawanan berada di daerah, tentunya pasukan tetap juga nggak terbatas karena di pecah-pecah," kata dia.

Listyo juga menekankan agar anak buahnya menjaga netralitas dalam Pilkada 2020. Dia menilai pilkada yang diikuti oleh mantan anggota Polri akan menjadi sorotan.

"Ini pesan dari Pak Kapolri, tolong kita betul-betul netral dalam Pilkada 2020, khususnya terhadap yang wilayahnya ada calon dari Polri, mungkin juga ada calon saudara kawan kita, kalau rekan-rekan berhadapan dengan yang tersebut tolong netral karena rekan-rekan akan disorot," pungkasnya.

(abw/idn)