Dibandingkan Lagi dengan Anies, Begini Cerita Jokowi Saat Relokasi PKL

ADVERTISEMENT

Dibandingkan Lagi dengan Anies, Begini Cerita Jokowi Saat Relokasi PKL

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 14:27 WIB
Jokowi di Pasar Notoraharjo
Jokowi di Pasar Notoraharjo (Ayunda/detikcom)


Jokowi saat masih menjabat Wali Kota merelokasi ratusan PKL tanpa kekerasan. Jokowi melakukan komunikasi berulang-ulang dengan para PKL sebelum mereka akhirnya bersedia dipindahkan ke Pasar Klitikan, Pasar Kliwon, Solo.

Mengenai gaya komunikasi, Jokowi yang saat itu menjadi gubernur DKI Jakarta tidak segan berbagi cerita soal pendekatannya dengan para PKL, baik di Solo maupun di Jakarta. "Sama. Asal kita ajak bicara. Tahapan pendekatan yang betul. Jadi masyarakat sadar untuk lalu lintas bukan untuk berjualan," ujar Jokowi saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, pada Senin, 12 Agustus 2013.

"Penjelasan sederhana, runtut, dan benar. Masyarakat ngerti," imbuh suami Iriana itu.

Tidak hanya itu, saat menjadi Presiden pun Jokowi membagi kisahnya tentang bagaimana cara merelokasi PKL dari kawasan Tugu Monumen di kawasan Banjarsari sewaktu masih menjabat Wali Kota Solo. Usaha untuk merelokasi para PKL itu tentu tidak mudah.

"Ini Pasar Notoharjo. (Pedagang di sini) 8 tahun lalu dipindah dari taman di sana sangat kumuh dan kotor sekali," tutur Jokowi di Pasar Pasar Klitikan Notoharjo, Kel Semanggi, Kec Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26/7/2014).

"Untuk memindahkannya ini butuh waktu 7 bulan. (Kita) ketemu terus lebih dari 50 kali, akhirnya mereka mau pindah tapi minta jaminan omzet kami jangan turun," imbuhnya.

Saat mengunjungi kios onderdil, Jokowi dikejutkan dengan salah seorang pedagang yang dulu sempat menolak kebijakannya. Dengan wajah semringah, ia menyapanya antusias.

"Wah dulu ini kurus sekarang gemukan. Makmur kamu berarti. Dulu dia paling galak. Paling keras," kata Jokowi tertawa.

Dikisahkan Jokowi, kala itu pedagang melawan dengan berbagai cara. Ada pula yang membawa bambu runcing saat hendak menentang konsep relokasi. "Ada yang bawa bambu. Ada yang corat-coret. Ada-ada saja," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban yang memayungi PKL-PKL di Banjarsari, Joko Sugihanto (50), menjelaskan alasan di balik kesediaan para pedagang untuk direlokasi. Mereka berubah pikiran setelah tergiur dengan konsep yang ditawarkan Jokowi. "Dipropagandakan dari seluruh media terus ada aksesnya (ke pasar) dipermudah. Pak Jokowi itu sabar, realistis, dan sosok yang kebapakan gitu. Jadi pandai ngemong," lanjutnya.

Dia mengaku penghasilannya kini meningkat tajam. Tanpa diduga, omzetnya bertambah hingga 8 kali lipat.


(aan/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT