PDIP: Sulit Maju Pilpres 2024 Jika Tak Punya Jabatan

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 04:43 WIB
Screenshot drooftalk Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga
Foto: Screenshot d'rooftalk/Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga
Jakarta -

Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga mengapresiasi hasil survei Median dan Indo Barometer yang telah merilis nama yang masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2024. Eriko mengatakan hasil survei itu bisa dijadikan pencerahan dan gambaran bagi partai politik.

"Jadi menurut kami apa yang dilakukan Mas Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer), Bung Rico (Direktur Eksekutif Median) ini bagus sekali, ini memberikan kepada kita pencerahan, walaupun masih lama tapi mari partai-partai ini kritikan dan autokritik bagi partai, anda harus siap-siap, jangan cuma boleh lah transfer kata Bung Willy, tapi harus disiapkan kadernya juga," kata Eriko, dalam acara d'Rooftalk bertajuk 'Survei Dini Pengganti Jokowi', yang disiarkan di detikcom, Rabu (26/2/2020).

"Apa salahnya Willy Aditya maju kan nggak ada salahnya, Bung Habib juga punya kesempatan, tapi apakah nanti itu diputuksan oleh partai itu sah-sah saja, memang benar bahwa nanti maksimum ada 4 pasang, kan belum tentu, ini masih cukup panjang, tapi sekali lagi ini menjadi suatu hal yang memberikan kita pencerahan, juga hiburan di tengah banjir ada hal seperti ini," lanjutnya.

Eriko menyebut hasil survei itu menarik karena ada beberapa nama baru yang muncul. Namun, dia menilai kesempatan capres bisa diambil oleh orang yang memang sudah memiliki jabatan di pemerintahan. Jika tidak, menurutnya akan sulit.

"Tapi yang menarik ya banyak nama nama yang kita tidak menduga artinya ini potensi yang ada. Tapi suatu kesimpulan, bahwa yang punya kesempatan itu yang punya panggung, kalau dia tidak kepala daerah, tidak menteri, tidak punya posisi, memang agak sulit. Jadi bisa saja, ini nanti menarik juga, tahun 2022, 2023 memang harus disurvei lagi karena ada yang sudah tidak mendapatkan panggung lagi, bisa kosong," ucapnya.

Sebelumnya, lembaga survei Indo Barometer dan Median telah melakukan survei terkait bursa capres tahun 2024. Kedua lembaga survei ini memiliki hasil yang tidak jauh beda terkait elektabilitas tokoh dalam pilpres 2024. Keduanya mengunggulkan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno yang tiga besar dalam bursa capres 2024.

Hasil survei Indo Barometer dilakukan pada 9-15 Januari 2020 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi. Metode penarikan sampel yang dilakukan ialah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Adapun tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen.

"Ini pilihan calon presiden tanpa Jokowi. Simulasi 22 calon presiden, Prabowo Subianto itu 22,5 persen, Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen, Ganjar Pranowo 7,7 persen, Tri Rismaharini 6,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Sementara hasil survei Median dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua Februari 2020. Ada 1.200 responden dalam survei yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Kalau pemilu diadakan saat pengambilan data, maka yang menang Prabowo 18,8 persen. Ditempel Anies Baswedan 15,8 persen, tipis sekali, masih masuk dalam margin of error," kata Direktur Median Rico Marbun di Upnormal Coffe Roaster, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

(eva/dkp)