Dewi Tanjung Dicecar 20 Pertanyaan soal Laporannya terhadap Massa Pro-Anies

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 23:20 WIB
Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya
Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Dewi Tanjung diperiksa polisi terkait insiden pelemparan botol oleh massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat demo terkait banjir di Balai Kota, Januari 2020. Dalam pemeriksaan itu, Dewi Tanjung dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.

"Ada sekitar 20 pertanyaan, ditanya bagaimana kronologi kejadian waktu pas demo apa yang terjadi itu saya jelaskan semua beserta barang bukti yang sudah saya siapkan dari rumah," kata Dewi kepada wartawan usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Dewi mengaku ditanya seputar dirinya yang menjadi orator saat demo hingga ricuh terjadi. Dia juga menjelaskan terkait kejadian saat dia dan massanya dilempari oleh massa pendukung Anies.

"Pihak sana melakukan perlawanan mengundang para 'Jawara' untuk meng-counter dengan mereka ada 'Maulid Nabi'. Kalau mereka ada 'Maulid Nabi', mereka fokusnya 'Maulid Nabi' dong bukan melempari kami dengan botol, iya, dilempari. Apa saja yang mereka teriaki," ucap Dewi.


Dewi juga mengaku diinfokan oleh pihak kepolisian terkait rencana pemanggilan terlapor. Pemanggilan itu, sebutnya, setelah dirinya dan sejumlah saksi diklarifikasi.

"Iya (dipanggil dari Jawara), karena memang tadi kan jelas ada koordinator disana. karena disana kan ada koordinator si A, si B dan si C," ungkapnya.

Sebelumnya Dewi Tanjung melaporkan massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia merasa dicaci maki dengan kata-kata tak pantas saat berunjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat.

Demonstrasi yang dimaksud Dewi adalah yang terselenggara pada Selasa (14/1). Saat itu ada aksi dari dua kelompok berbeda di sekitar Balai Kota, kemudian ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat (Jakpus).

Dua kelompok tersebut adalah massa pro-Anies dan massa kontra-Anies. Dewi berada di barisan massa yang kontra-Anies.

Dewi menyebut massa pro-Anies melakukan aksi anarkistis dengan cara melempari kelompoknya menggunakan air mineral. Dirinya juga menjadi korban pelemparan itu.

(maa/mei)