Amien Rais: Kongres PAN di Kendari Seperti Kongres Para Teroris

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 21:04 WIB
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Ia nampak membawa buku Jokowi People Power saat tiba di sana.
Foto: Amien Rais. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta -

Pendiri PAN Amien Rais menilai Kongres PAN ke-5 yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mempertontonkan demokrasi 'jadi-jadian'. Amien menyebut kongres yang menetapkan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua Umum PAN 2020-2025 itu seperti kongres para teroris.

Hal itu disampaikan Amien dalam video yang diunggah di Instagram oleh @amienraisofficial seperti dilihat detikcom, Rabu (26/2/2020) pukul 18.43 WIB. Amien menyebut ada berbagai keanehan dan kejanggalan dalam kongres itu.

"Berbagai keanehan, kejanggalan dari Kongres PAN V yang saya betul-betul mohon maaf kepada saudaraku hampir 10 juta pemilih PAN, bahwa PAN telah menyuguhkan sebuah perhelatan nasional namanya kongres nasional yang kelima itu yang penuh keonaran. Kemudian, masyaallah, yang betul-betul ini telah melukai PAN dari ujung kaki sampai ujung kepala," kata Amien dalam video.

"Dan mungkin tidak berlebihan kalau saya katakan, inilah partai yang mungkin menyuguhkan tontonan demokrasi jadi-jadian, yang mungkin terburuk selama republik Indonesia ini," imbuhnya.

Namun, selang beberapa menit kemudian video tersebut tidak dapat diputar kembali. Tim sukses Mulfachri Harahap dalam pemilihan Ketum PAN di kongres ke-5, Muslim Ayub mengonfirmasi video tersebut.

Kembali ke video. Amien kemudian memaparkan sejumlah hal yang menurutnya janggal menjelang kongres digelar.

"Memang jelang Kongres PAN itu, DPP di bawah Zulkifli Hasan melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian SC-nya (steering committee) pun juga tidak begitu adil. Bahkan 100 persen OC (organizing committee) itu dari katakanlah kubunya Zulkifli Hasan)," sebut Amien.

"Jadi, ini kejanggalan. 17 DPD di-plt. Kemudian di seluruh musdalub dalam tempo kurang dari 10 hari, deadline-nya 31 Januari. Padahal 10 Februari kongres," sambung dia.

Barulah Amien menilai Kongres PAN di Kendari itu seperti kongres para teroris. Sebab, sebut dia, ada ribuan personel polisi yang dikerahkan ke sana.

"Jadi ini dimulai dengan sebuah kerusakan. Dan yang saya lihat lagi, saudara-saudaraku, waktu itu suasana di kongres itu seperti seolah-olah kongres para teroris. 1.300 polisi dikerahkan, di halaman hotel, kemudian di lobi, di seluruh lorong lobi ada pagar betis. Bahkan juga ada beberapa ratus, barangkali, Brimob kiriman dari Makassar," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2