Komisi I Restui Kementerian Pertahanan Terima Hibah Drone-Heli dari AS

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 17:15 WIB
Meutya Hafid
Foto: Muetya Hafid (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta -

Komisi I DPR menyetujui Kementerian Pertahanan (Kemhan) menerima hibah 14 unit pesawat tanpa awak (drone) dan 3 unit helikopter dari Amerika Serikat (AS). Namun Komisi I meminta Kemhan untuk lebih dulu melakukan pengecekan terhadap drone dan heli tersebut.

"Jadi hari ini kita memberikan persetujuan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan, dalam pemberian hibah dari Amerika serikat, dalam bentuk ScanAagle UAV (low-altitude unmanned aerial vehicle) 14 unit kemudian 412 helicopter equipment jadi ada tiga unit disepakati. Helikopter 3 unit dan juga equipment-equipment-nya," ujar Ketua Komisi I, Muetya Hafid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).


Muetya mengingatkan Kemhan untuk mengutamakan kehati-hatian, apalagi terhadap barang hibah. Muetya ingin drone dan heli itu bersih dari alat deteksi dan semacamnya.

"Dengan catatan Pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerimaan hibah. Kehati-hatian itu apa? Tentu barangnya diperiksa dulu , kelayakannya diperiksa dulu, kemudian juga misalnya alat deteksi dan lain-lain harus dibersihkan terlebih dahulu dari hibah tersebut," jelas dia.

Meutya mengatakan pemberian hibah adalah hal biasa dalam menjalin kerja sama antarnegara. Namun dalam penerimaan hibah itu harus atas persetujuan DPR.

Selanjutnya
Halaman
1 2