4 Kisah Tragis Ibu Terserang Baby Blues: Bacok Anak-Kubur Bayi Hidup-hidup

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 15:16 WIB
Garis Polisi/Police Line. Dilarang melintas garis polisi
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom

Tenggelamkan Bayi, Iris Leher Si Sulung

Seorang ibu muda, M (21), tega menganiaya dua orang anak kandungnya yang masih berusia 2 tahun dan 4 bulan. Si ibu diduga menderita sindrom baby blues.

Tragedi itu terjadi di Desa Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolsek Sangia Wambulu Iptu Tri Nugroho kepada detikcom membeberkan kronologi kejadian. Tempat kejadian perkara ditemukan kakak M, Mardin (37). Mardin awalnya ingin menjenguk adiknya, namun dia melihat keanehan. Dia melihat M sedang mengayun bayinya. Namun ayunan itu basah dan terus meneteskan air.

"Lalu saksi menanyakan kakaknya, Alfin (2 tahun). Saksi melihat ada tetesan darah di lantai dan pisau dapur yang berdarah, lalu melihat korban Alfin di dalam kamar tidur sementara terbaring, mengalami luka teriris pada bagian leher belakang," tutur Iptu Tri Nugroho saat dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Mardin, yang saat itu panik, meminta pertolongan kepada warga setempat untuk membawa dua keponakannya itu ke puskesmas. Namun sayangnya, bayi Askiar telah meninggal.

"Alfian dirujuk ke Lombe, sementara adiknya yang masih berusia 4 bulan diperkirakan meninggal akibat tenggelam dalam bak air kamar mandi karena dalam bak air dan pinggir bak terdapat sisa kotoran manusia, sedangkan korban Alfin diperkirakan luka akibat diiris pisau dapur yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya, M," terangnya.

Polisi menduga M menderita sindrom baby blues. M disebut memiliki riwayat baby blues. "Keterangan bidan desa dan pihak keluarganya, M memiliki riwayat penyakit baby blues atau depresi pascapersalinan anak pertama pada 2018 dan dialami hingga saat ini," katanya.

Saat ini M sudah diamankan di Polres Baubau sejak pukul 21.30 Wita malam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5