Tertunda karena Banjir, KPK Periksa Komisioner KPU Evi soal Kasus Harun Masiku

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 12:01 WIB
Komisioner KPU Evi Novida Ginting memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks caleg PDIP Harun Masiku. Pemanggilan hari ini merupakan penjadwalan ulang.
Foto: Ibnu/detikcom

Selain Evi, kemarin KPK menjadwalkan pemeriksaan untuk Ketua KPU Arief Budiman; anggota DPR, Riezky Aprilia dan advokat PDIP Donny Tri Istiqomah. Namun, semua saksi batal diperiksa dan dijadwalkan ulang.

Dalam kasus dugaan suap PAW anggota DPR ini, KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku.

Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga merupakan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lalu, Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah bekas caleg PDIP.

KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Harun disangkakan KPK memberikan suap kepada Wahyu terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Halaman

(ibh/aan)