Tingkatkan Standar Pelayanan, BPH Migas Latih 2.700 Petugas SPBU

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 11:10 WIB
BPH Migas
Foto: BPH MIgas
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PP SDM Migas) Kementerian ESDM menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi operator, teknisi, dan pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pelatihan yang diikuti 2.700 peserta dari 7 Propinsi di Pulau Jawa dan Bali ini diharapkan mampu untuk meningkatkan standar pelayanan SPBU kepada para konsumen.

Kepala BPH Migas M. Fanshurulllah Asa mengatakan lewat pelatihan ini diharapkan para petugas SPBU bisa menerapkan standar layanan ke konsumen dengan standar yang diberlakukan di SPBU Internasional. Menurutnya, pelatihan ini jadi bagian komitmen BPH Migas untuk mengembalikan iuran Badan Usaha di sektor Hilir Migas kepada Badan Usaha dalam bentuk pelayanan kepada Badan Usaha melalui peningkatan kualitas dan kompetensi para pekerjanya.

"Tahun ini BPH Migas menganggarkan Rp 11,5 Miliar untuk penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bagi 2.700 peserta pelatihan yang terdiri operator, teknisi, dan pengawas SPBU di 7 Propinsi di Pulau Jawa dan Bali. Ini adalah wujud komitmen BPH Migas untuk mengembalikan iuran Badan Usaha sektor hilir Migas dalam bentuk pelayanan kepada Badan Usaha," ungkap Ifan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2/2020).

Saat pembukaan pelatihan dan pengarahan kepada peserta di Gedung BPH Migas, Jakarta (25/02/2020) itu, Ifan juga menjelaskan nantinya secara bertahap BPH Migas akan menyelenggarakan pelatihan ini untuk setiap petugas SPBU di seluruh Indonesia, termasuk SPBU swasta seperti Shell, AKR, Total, BP. Dengan begitu, semua pelayanan di SPBU memiliki standar yang sama dan berkualitas.

"Kami juga akan mengusulkan ke Kemenkeu agar SPBU dengan dibiayai dari BPH Migas dapat melakukan sertifikasi ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14000 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, dan OHSAS 18000 untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja," imbuh Ifan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PP SDM Migas Sulistyono menjelaskan PP SDM Migas merupakan salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang SPBU yang telah terakreditasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Bagi peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapat sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi bagi yang lulus ujian dan ke depan sesuai ketentuan hanya pekerja yang mempunyai sertifikat kompetensi yang dapat bekerja di SPBU," tutur Sulistyono.

Pelatihan dan Sertifikasi bagi operator, teknisi, dan pengawas SPBU ini akan berlangsung dari Februari hingga September 2020 dengan peserta sebanyak 2.700 yang terbagi dalam 54 angkatan dengan 50 peserta/angkatan. Lewat kegiatan ini, para peserta pelatihan diharapkan dapat memahami keselamatan dan kesehatan kerja di SPBU, memahami konsep pembangunan SPBU, operasional SPBU, dan memahami tata cara pelayanan di SPBU, serta memahami prosedur perawatan SPBU.

Sebagai informasi, sesuai PP 48 tahun 2019, Badan Usaha di sektor Hilir Migas yang melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan Gas Bumi melalui pipa wajib membayar Iuran kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Iuran yang dibayar oleh Badan Usaha tersebut seluruhnya disetor ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). BPH Migas dapat menggunakan iuran tersebut melalui mekanisme APBN untuk penyediaan dan peningkatan pelayanan yang berkualitas dan terukur kepada Badan Usaha dan mendorong peningkatan PNBP.

(akn/ega)