'Uji Nyali' 4 Hakim/Eks di KPK Menangkap Buron Eks Sekretaris MA Nurhadi

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 08:50 WIB
Nurhadi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (15/8/2016)
Nurhadi (ari/detikcom)
Sebagaimana diketahui, pada Selasa (25/2) kemarin, petugas KPK menggeledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners di Jalan Prambanan 5, Surabaya. Menurut pegawai kantor, KPK hanya mencari 3 DPO selama di kantor. Selain itu, Lokasi yang digeledah KPK salah satunya berdasarkan infomasi dari Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).

"Penyidik sebagai upaya pencarian melakukan penggeledahan di beberapa titik di Jakarta, yang itu sebagai upaya pencarian berdasarkan informasi masyarakat dan data tempat-tempat yang kami miliki," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri.

Sementara itu, Maqdir Ismail menyebut penetapan tersangka terhadap kliennya melanggar aturan hukum. Sebab, Maqdir mengaku Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK.

"Bahwa Rezky Herbiyono sama sekali belum pernah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK, sedangkan Nurhadi baru tahu adanya SPDP yang ditujukan padanya jauh-jauh hari setelah tanggal yang tertera dalam SPDP Nurhadi," kata Maqdir kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Nawawi sudah dikonfirmasi detikcom mengenai progers pengejaran Nurhadi tetapi belum direspons.

Halaman

(asp/zap)