'Uji Nyali' 4 Hakim/Eks di KPK Menangkap Buron Eks Sekretaris MA Nurhadi

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 08:50 WIB
Nurhadi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (15/8/2016)
Nurhadi (ari/detikcom)
Jakarta -

KPK melakukan serangkaian penggeledahan di Jakarta dan Surabaya terkait buron eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Hal ini menjadi uji nyali bagi pimpinan KPK yang saat itu terdiri dari 4 hakim.

Mereka yang dimaksud yaitu mantan Ketua Muda MA Artidjo Alkostar dan hakim aktif Albertina Ho. Keduanya saat ini duduk di Dewas Pengawas KPK.

Adapun Nawawi Pamolango mundur dari hakim tinggi karena menjadi pimpinan KPK dan Alexander Marwata adalah juga mundur dari hakim ad hoc Pengadilan Tipiko Jakarta karena dipilih menjadi pimpinan KPK.

"Mereka ini tipe safety player, bermain aman di zona aman. Akan berani jika ketika jadi hakim saja, kalau bertabrakan di lapangan maka berusaha menghindar," kata Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesi (MAKI) Boyamin Saiman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (26/2/2020).

Kini, 3 mantan hakim dan 1 hakim aktif ditantang menangkap Nurhadi yang kini lenyap bak ditelan bumi. Keberadaan Nurhadi sempat disebut di Jakarta oleh kuasa hukumnya, Maqdir Ismail.

"Tersandera masa lalu, juga tipenya bukan petarung," kata Boyamin yang menggelar sayembara iPhone 11 bagi yang mengetahui keberadaan Nurhadi.

Artidjo Alkostar punya cerita sendiri soal Nurhadi. Artidjo datang ke acara super mewah pernikahan anak Nurhadi di Hotel Mulia, Senayan pada 2014 silam. Artidjo termasuk yang menerima buah tangan iPod seharga Rp 700 ribu.

Buah tangan itu kemudian menjadi ramai di publik dan KPK meminta pejabat negara menyerahkn iPod itu ke KPK karena dinilai bagian dari gratifikasi karena harganya di pasaran Rp 700 ribu. Selain itu, berdasarkan kode etik hakim, pemberian di atas Rp 500 ribu juga termasuk bagian dari 'suap' dan harus diberitahukan ke KPK.

Nah, Artidjo enggan mengembalikan gratifikasi dari Nurhadi itu dengan alasan kasus itu dibesar-besarkan.

"Harganya berapa sah? Tidak akan saya serahkan (ke KPK,-red). Tidak akan," kata Artidjo kala itu.

Simak juga video KPK Geledah Kantor Pengacara di Surabaya Terkait Buronan Nurhadi:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2