Dermaga Apung Pelabuhan Sabang Jebol Diterjang Badai

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 17:48 WIB
Dermaga apung yang menjadi tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh jebol diterjang badai (dok. Istimewa)
Dermaga apung yang menjadi tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh, jebol diterjang badai. (dok. Istimewa)
Banda Aceh -

Dermaga apung atau ponton yang menjadi tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh, jebol diterjang badai. Kondisi tersebut tidak mengganggu pelayaran.

"Solusi terbaik yang bisa kita lakukan adalah menariknya. Naik docking untuk segera kita perbaiki," kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Junaidi dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto tadi pagi diperintahkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk melihat langsung kondisi ponton tersebut. Menurut Junaidi, ponton terlepas dari dermaga permanen setelah dihantam badai pada Sabtu (22/2) kemarin.

Pascalepasnya ponton, jelas Junaidi, layanan penumpang kapal cepat kini dialihkan ke dermaga permanen. Junaidi memastikan pelayanan penumpang kapal cepat tidak mengalami kendala.

Junaidi menjelaskan, dari laporan pihak Perhubungan Kota Sabang, ponton tersebut memang diagendakan docking dan perawatan pada tahun ini. Sebelumnya, ponton itu pernah docking pada 2013. Sedangkan kejadian jebolnya ponton merupakan kejadian kedua.

"Usulan Dinas Perhubungan Sabang dengan DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun ini docking lagi," jelasnya.

Dermaga Apung Pelabuhan Sabang Jebol Diterjang BadaiDermaga apung yang menjadi tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh, jebol diterjang badai. (dok. Istimewa)

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad, mengatakan Provinsi Aceh saat ini sudah masuk musim kemarau. Kondisi seperti itu rentan menyebabkan terjadinya angin kencang dan ombak tinggi.

"Angin kencang yang maksimumnya rata-rata mencapai hingga 26 knot atau lebih-kurang 48 kilometer per jam ini dapat meningkatkan tinggi gelombang hingga 3-4 meter. Ini tentunya akan sangat berbahaya bagi nelayan dan kapal-kapal penyeberangan," kata Zakaria saat dimintai konfirmasi detikcom.

Zakaria mengingatkan nelayan dan penyedia jasa pelayaran selalu memantau kondisi cuaca kelautan dari BMKG atau kondisi cuaca di lapangan. Dia mengimbau nelayan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca kurang baik.

"Kondisi cuaca kurang baik ini kita perkirakan akan terjadi sampai dengan September mendatang. Namun dalam dua hari ini sebagian Provinsi Aceh akan diguyur hujan ringan hingga sedang," sebutnya.

Tonton juga video Badai Dennis Hantam Daratan Inggris:

[Gambas:Video 20detik]

(agse/jbr)