RUU Ketahanan Keluarga Tuai Kontroversi, Ma'ruf: Itu Inisiatif DPR

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 17:12 WIB
Wapres Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (Dwi Andayani/detikcom)

Ma'ruf menyampaikan pemerintah belum memberikan pendapat terkait RUU tersebut. "Jadi kami hanya merespons saja, baik dari inisiatif itu sendiri, dan juga tentu dari opini publik. Saya kira itu dan kami belum memberikan pendapat seperti apa," kata Ma'ruf.

Berdasarkan dokumen yang diterima, para pengusul menjelaskan perihal 'Pengaturan Ketahanan Keluarga'. Mereka mengaku hanya ingin mewujudkan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terkait dengan hak warga negara dalam Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28G ayat (1) dan Pasal 28H ayat (1).

Tujuan RUU Ketahanan Keluarga sendiri tercantum dalam pasal 4 naskah RUU ini. Berikut ini bunyinya:

Pasal 4 Ketahanan keluarga bertujuan untuk:
a. menciptakan keluarga tangguh yang mampu mengatasi persoalan internal keluarganya secara mandiri dan menangkal gangguan yang berasal dari luar dengan berpegang teguh pada prinsip keluarga dan nilai-nilai keluarga dengan mengedepankan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, semangat persaudaraan, dan kemandirian keluarga yang solutif dalam mengatasi permasalahan keluarga.
b. mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam mendidik, mengasuh, membina tumbuh kembang, menanamkan nilai-nilai religius dan moral, serta membentuk kepribadian dan karakter Anak bangsa yang baik sebagai generasi penerus.
c. mewujudkan pembangunan manusia Indonesia secara emosional dan spiritual yang berasal dari pembangunan keluarga sebagai bagian unit kecil masyarakat yang merupakan modal dasar dalam kegiatan pembangunal nasional.
d. mengoptimalkan peran Ketahanan Keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Ketahanan Nasional dan pilar utama dalam menjaga ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa.

Halaman

(dwia/aud)