Target Graduasi 1 Juta Penerima Manfaat, Kemensos Gandeng World Bank

Mustiana Lestari - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 11:46 WIB
Kemensos
Foto: Kemensos
Jakarta -

Kementerian Sosial dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI diberikan target untuk menggraduasi atau melepaskan bantuan kepada 1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH)

KPM yang sudah tergraduasi akan diberdayakan dengan program kewirausahaan sosial. Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Sosial, Juliari P Batubara agar selain fokus dengan social protection, Juliari juga meminta pekuat social empowerement (pemberdayaan sosial).

Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kemensos pun menjajaki kerja sama dengan World Bank Indonesia.

"Diskusi ini dimaksudkan untuk menerima masukan-masukan terutama dari World Bank Indonesia tentang langkah-langkah untuk menjalankan kebijakan Social Enterprenuership atau Kewirausahaan Sosial" Kata Harapan Lumban Gaol Sekretaris BP3S dalam keterangan tertulisnya. Kamis (20/2/2020).

BP3S sesuai dengan tugas dan fungsinya terutama dalam Bidang Pendidikan dan Pelatihan SDM Kesejahteraan sosial (Kesos) juga akan menyediakan diklat bagi pendamping sosial seperti diklat Training Of Trainer (TOT) bagi Widiaiswara dan Pendamping Sosial.

World Bank Indonesia diwakili Senior Economist of World Bank Indonesia Mr. Changqin Sun menyampaikan kesediaannya memberikan social assistance khususnya dalam penyiapan SDM Kesos untuk mewujudkan kewirausahaan sosial tersebut.

World Bank mengatakan ada kebutuhan kementerian sosial untuk membangun social entrepreneurship dan untuk membangun modul e-learning yang baru perlu pemahaman menyeluruh tentangkebutuhan apa yang ingin dibangun serta tujuan apa yang ingin dicapai dari social entrepreneurship.

"Ada 2 macam KPM graduasi yaitu pertama KPM sudah selesai program PKH atau tidak ada komponen bantuan sosial lagi dan KPM sudah meningkat kesejahteraannya" Kata Changqin.

Keduanya, lanjut Changqin, memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganannya dan pendampingan untuk melakukan pelatihan sosial entrepreneurship dalam upaya meningkatkan kesejahteraan KPM.

Pada kesempatan ini, Hadir juga para Kepala Pusat yang ada di lingkungan BP3S antara lain Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesos, Pusat Penelitian Pengembangan Kesos, Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial dan Pusat Penyuluhan Sosial. Pertemuan di laksanakan di ruang rapat lantai V gedung Kementerian Sosial RI.

(mul/ega)