KPK: Kepatuhan LHKPN Nasional Masih 38,9%, Ada Stafsus Presiden Belum Lapor

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 11:35 WIB
Plt jubir KPK, Ipi Maryati
Plt Jubir KPK Ipi Maryati (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta -

KPK mengatakan tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga tanggal 20 Februari 2020 masih rendah atau berada di angka 38,9 persen. KPK mengimbau para penyelenggara negara untuk segera menyetorkan LHKPN.

"Per 20 Februari 2020 tingkat kepatuhan LHKPN secara nasional yang meliputi lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif, dan BUMN/D masih relatif rendah, yaitu sebesar 38,90 persen. Dari total 356.854 wajib lapor, telah lapor 138.803 dan sisanya 218.051 belum lapor," kata Plt Jubir KPK Ipi Maryati kepada wartawan, Jumat (21/2/2020).

Ipi mengatakan batas waktu untuk pelaporan LHKPN periodik berakhir pada tanggal 30 Maret 2020. Sedangkan, untuk pelaporan LHKPN khusus, batas waktu sudah berakhir pada tanggal 20 Februari 2020 kemarin.

Ipi mengatakan sejumlah penyelenggara negara yang wajib LHKPN sebagian sudah menyetorkan ke KPK. Antara lain staf khusus (stafsus) Presiden dan stafsus Wakil Presiden.

"Terkait kepatuhan lapor, untuk 7 orang staf khusus Presiden yang termasuk dalam wajib lapor khusus sudah terpenuhi 100% sesuai batas waktu pelaporan 20 Februari 2020 atau 3 bulan sejak yang bersangkutan diangkat dalam jabatan tersebut. Masih terdapat 4 dari 6 orang stafsus Presiden lainnya yang merupakan wajib lapor periodik belum menyampaikan laporannya. Batas waktu yang diberikan adalah 31 Maret 2020," ujar Ipi.

Sedangkan untuk stafsus Wakil Presiden, Ipi menyebut baru ada 1 dari 3 orang wajib lapor secara periodik yang sudah menyetorkan LHKPN. Selain itu, Ipi menambahkan masih ada 5 orang stafsus Wapres kategori wajib lapor khusus juga belum menyetorkan LHKPN.

"Untuk 8 orang stafsus Wakil Presiden tercatat 1 dari 3 wajib lapor periodik telah menyampaikan laporan hartanya. Sedangkan, 5 orang stafsus Wapres lainnya merupakan wajib lapor khusus dengan batas waktu 24 Februari 2020," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2