Kaji Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess, KBRI Komunikasi ke Otoritas Jepang

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 09:39 WIB
Setelah Tiga WNI Positif Corona, Kru Kapal Pesiar Diamond Princess Akan Dites
Kapal Pesiar Diamond Princess (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia disebut berencana menjemput warga negara Indonesia (WNI) yang tidak terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. Kementerian Luar Negeri mengaku masih terus komunikasi dengan otoritas Jepang.

"Tentunya ada memberi masukan dan pertimbangan, khususnya mengacu pada pandangan dari KBRI kita di Tokyo. KBRI terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan otoritas Jepang," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah saat dihubungi, Kamis (20/2/2020) malam.

Teuku menyebut sejauh ini sudah ada 4 WNI yang positif terkena corona. Dia pun menyebut rencana pemulangan WNI lainnya juga sudah dibahas lintas kementerian.

"4 yang positif (korona), rencana pemulangannya sudah dibahas pagi tadi lintas kementerian di Kemenko PMK," ucapnya.

Simak Video "Pemerintah Masih Bahas Cara Pulangkan WNI di Kapal Pesiar Jepang"

Teuku mengatakan pihak Kementerian Luar Negeri juga sudah menyampaikan hasil komunikasi dengann otoritas Jepang saat rapat lintas kementerian. Sejauh ini belum ada keputusan terkait cara pemulangan WNI tersebut.

"Hasil dari komunikasi itu yang disampaikan dalam rapat pembahasan pemulangan WNI kita, saya belum dengar keputusannya," ujar Teuku.

Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas rencana evakuasi bagi WNI yang negatif virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess yang berada di Jepang. Keputusan evakuasi akan diambil dalam waktu dekat.

"Kita sudah sampaikan opsi ke bapak presiden dan presiden akan mempertimbangkan 1-2 hari ini keputusan di tangan beliau, saya yakin presiden akan mempertimbangkan dengan jernih seperti pengalaman saat kita bimbang evakuasi dari Wuhan, beliaulah yang membuat keputusan terakhir," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Saat ini, ada 74 dari 78 WNI yang negatif Corona. Namun, jika pun dievaluasi ke Indonesia, mereka tetap menjalani observasi.

"Sehat dalam tanda petik, artinya tetap harus ada observasi, bahkan mungkin akan beda perlakuannya dibanding Wuhan," ujar Muhadjir.

(maa/knv)