Menko Muhadjir Usul Fatwa Si Kaya Nikahi Si Miskin, PBNU: Tak Tepat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 06:33 WIB
Marsudi Syuhud
Marsudi Syuhud (Foto: dikhy sasra)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam selingan intermeso ceramahnya, mengusulkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan fatwa soal 'orang kaya nikahi orang miskin'. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai usulan tersebut tidak tepat.

"Semangat itu baik, semangatnya Pak Muhadjir tapi tempatnya tidak tepat, kenapa tempatnya tidak tepat? Karena masalah pernikahan itu yang diatur. Sudah ada aturannya di fikih dan di situ yang ditekankan adalah yang ufuw, ufuw itu sebanding. Jadi kalau mau memberantas kemiskinan, itu urusan yang harus diberantas semua orang, makanya di Islam ada sistem zakat, sistem sedekah, wakaf, infak, kemudian charity-charity yang lainnya itu. Tidak lain adalah agar untuk orang-orang miskin itu terus miskin, itu antara lain," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud kepada wartawan, Jumat (20/2/2020) malam.

Marsudi mengatakan urusan perkawinan merupakan urusan pribadi seseorang. Kecocokan hati, kata Marsudi, tak bisa dipaksakan.

"Kalau urusannya perkawinan, itu kan sudah inidvidu privat. Yang kemudian dari segi calon pengantin putra calon pengantin putri pun dan juga ketika memberikan mahar itu refer kembalinya kepada hal-hal yang ufuw, ufuw itu sepadan. Idenya untuk mengentaskan kemiskinan, siapa saja disuruh untuk itu, tapi ketika kemudian dilarikan sebagai persyaratan nikah. Ya nggak ada persyaratan dalam nikah harus nikah dengan orang kaya, atau orang dengan miskin. Karena sebuah kecocokan hati itu mau kaya gimana, ya kalau sudah cocok, ya jalan," ujar Marsudi.

Selanjutnya
Halaman
1 2