Polisi Tangkap Kurir Sabu 8,5 Kg di Batam, Pelaku Jaringan Malaysia

Agus Siswanto - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 14:42 WIB
Tim satresnarkoba Polresta Tanjungpinang tangkap 2 kurir narkoba (Agus Siswanto-detikcom)
Tim Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang menangkap 2 kurir narkoba. (Agus Siswanto/detikcom)
Batam -

Tim Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menangkap 2 kurir narkotika jaringan internasional Malaysia, Kamis (20/2/2020). Narkoba tersebut dikemas dalam bentuk jajanan anak.

Dua pelaku bernama lengkap, Ardiansyah alias Dian dan Randa Winata, ditangkap di tempat yang berbeda di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dan Kota Batam. Total barang bukti yang diamankan berupa narkotika jenis sabu seberat 8,5 kilogram.

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Chrisman Panjaitan mengatakan kedua pelaku merupakan sindikat jaringan internasional Malaysia. Mereka kerap menggunakan modus mengirim dan memasok narkotika lewat jasa ekspedisi.

"Kedua pelaku ini terbilang unik, dalam setiap transaksi domestik (pelaku) kerap menggunakan jasa pengiriman paket Lion Parcel saat mendistribusikan narkotika ke daerah pemesanan, seperti Batam, Pangkal Pinang, dan kota lainnya," ujar AKP Chrisman Panjaitan, Kamis (20/2).

Pengungkapan berawal dari laporan informan kepolisian yang mencurigai paket kiriman berisi jajanan anak-anak yang dikemas begitu tebal. Paket itu akan dikirim ke luar Kota Tanjungpinang.

Dalam waktu singkat, tim Satresnarkoba yang dipimpin AKP Chrisman Panjaitan membagi 2 tim buru sergap. Penangkapan pertama dipimpin oleh Iptu Raja Vindho dilakukan terhadap pelaku Ardiansyah dengan barang bukti narkotika 1,5 kilogram sabu.

Dari penangkapan Ardiansyah, didapatkan informasi bahwa barang lain dikirim ke pelabuhan feri di Batam.

"Kita berhasil menangkap Ardiansyah dan langsung melakukan control delivery di pelabuhan Batam dan berhasil menangkap pelaku kedua Randa Winata dengan barang bukti narkotika seberat 7 kilogram shabu," jelas Chrisman Panjaitan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di Malaysia berinisial A yang masih DPO.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan pelaku Randa Winata, alasan memilih jasa ekspedisi karena lebih aman dan lancar. Ini bukan pertama kali sindikat tersebut mengirimkan narkoba lewat jasa ekspedisi.

"Saya sudah 2 kali mengirim narkotika lolos dengan menggunakan jasa ekspedisi," kata Randa.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Undang-Undang Narkotika Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal hukuman mati.

Polisi Gerebek Pabrik Sabu di Pasuruan, 7 Orang Diamankan:

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)