Politikus PDIP dan Hanura Jadi Komisaris BRI, PKS: Kesannya Bagi-bagi Jabatan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 11:57 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Anggota DPR itu mengatakan, komisaris BUMN haruslah yang memiliki kompetensi. Apalagi BRI merupakan perusahaan besar yang harus didukung direksi dan kompetensi.

"Pertama, siapapun yang ditunjuk mesti memiliki kompetensi. Institusi sebesar BRI yang sudah mulai go global perlu didukung direksi dan komisaris yang kompeten dan punya integritas. Mesti punya kompetensi," kata Mardani.

"Sangat baik jika Pemerintah berhati-hati. Ketiga, BRI punya tugas besar membawa marwah BUMN perbankan terbesar. Harus memilliki kinerja terbaik. Karena itu kepada semua direksi dan komisaris yang terpilih, betul-betul lah menjaga amanah," tuturnya.

Sebelumnya, PT Bank BRI merombak jajaran komisarisnya. Dua di antara komisaris yang baru merupakan politikus partai pendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.
Mereka adalah Dwi Ria Latifa dan Zulnahar Usman. Dwi Ria merupakan politikus PDIP yang jadi anggota DPR periode 20014-2019, sementara Zulnahar merupakan Bendahara Umum Partai Hanura.

"RUPST mengangkat Kartika Wirdjoatmodjo sebagai komisaris utama, Ary Kuncoro sebagai wakil komisaris utama, Rabin sebagai komisaris, Erwidyo Pramono sebagai komisaris, Dwi Ria Latifa sebagai komisaris, Zulnahar Usman sebagai komisaris, serta Wisto Prihadi sebagai direktur kepatuhan," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers di kantor BRI, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Simak video PDIP Klaim Elektabilitas Gibran Naik, Masyarakat Antusias:

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(mae/fjp)