Ma'ruf Amin Bicara Kondisi Halal-Haram Vaksin Imunisasi

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 11:37 WIB
Maruf Amin
Foto: Vadhia Lidyana/detikcom
Lombok -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan pentingnya imunisasi atau vaksin untuk pertumbuhan anak. Ma'ruf mengatakan perlu adanya pembekalan informasi terkait pentingnya imunisasi.

"Soal imunisasi bagaimana meyakinkan orang supaya orang mau diimunisasi, pertama tentu bahayanya, anak yang tidak diimunisasi," ujar Ma'ruf dalam sambutannya pada saat peninjauan pelibatan dai dalam percepatan dan pencegahan stunting, di Bazaar Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (20/2/2020).

Ma'ruf mengatakan salah satu akibat tidak dilakukannya imunisasi adalah timbulnya penyakit polio pada anak. Oleh sebab itu, diperlukan adanya informasi sebab dan akibat bila tidak melakukan imunisasi.

"Itu yang harus diyakinkan bahwa bahaya, kemarin kan ada penyakit apa, rubella. Pernah juga dulu polio, itu harus bisa jelaskan apa akibat kalau anak tidak diimunisasi. Bahwa kalau polio tidak diimunisasi, itu akan menyebar kepada yang lain," tuturnya.

Hal lain yang perlu disampaikan agar masyarakat mau melakukan imunisasi dan vaksin, yaitu terkait bahan yang digunakan. Menurut Ma'ruf, saat ini bahan dasar dari vaksin sendiri telah diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Bahan vaksin sudah dibolehkan MUI, itu penting," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menyebut penggunaan bahan untuk vaksin atau imunisasi yang tidak halal tentu tidak diperbolehkan. Namun, menurutnya, hal ini diperbolehkan bila bahan halal untuk penyakit yang darurat dan menyerang banyak orang.

"Jadi masalah keraguan terhadap bahan yang diimunisasi itu, sekarang ini sudah ada fatwa MUI. Dalam MUI itu kalau ada barang yang tidak halal itu memang tidak boleh, tapi kalau bahayanya besar, maka MUI membolehkan karena darurat," ujar Ma'ruf.

"Karena darurat, dibolehkan menggunakan bahan yang tidak halal. Kalau itu membahayakan banyak orang, sebelum diketemukan bahan yang halalnya, atau vaksin yang halal," sambungnya.

Tingkat Kepuasan Kinerja Ma'ruf Jauh Lebih Rendah dari Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/zlf)