Round-Up

Tak Kunjung Ketemu saat Dicari, 'Buaya Berkalung Ban' Malah Jadi Roti

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 22:33 WIB
Toko roti ini membuat roti buaya berkalung ban seiring naiknya popularitas buaya di Sungai Palu yang terjerat ban motor bekas (M Qadri/detikcom)
Foto: Toko roti ini membuat roti buaya berkalung ban seiring naiknya popularitas buaya di Sungai Palu yang terjerat ban motor bekas (M Qadri/detikcom)
Palu -

Roti buaya adalah sesuatu yang biasa. Tapi roti buaya berkalung ban, tentu tidak umum dan menarik rasa penasaran untuk dimakan.

Hadirnya roti buaya berkalung ban, tak terlepas dari keberadaan buaya di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang lehernya terkalung ban sepeda motor bekas.

Upaya penyelamatan buaya berkalung ban ini terus dilakukan Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng. Buaya berkalung ban ini kembali menjadi perhatian publik setelah BKSDA Sulteng menggelar sayembara terbuka yang kemudian menjadi pemberitaan media asing.

Buaya berkalung ban di Sungai PaluBuaya berkalung ban di Sungai Palu (Foto: dok. Caters News Agency)

Hal tersebut tak mengherankan karena upaya penyelamatan buaya tersebut sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Upaya tersebut belum berhasil meski buaya berkalung ban yang panjangnya sekitar 4 meter itu berkali-kali memunculkan diri.

Sayembara pun ditutup karena tak ada pihak yang ikut serta. Namun upaya penyelamatan buaya ini menarik perhatian dua ahli reptil dari Australia, Matt Wright dan Chris Wilson.

Upaya penyelamatan buaya berkalung ban pun terus menarik perhatian. Bersama Matt Wright dan Chris Wilson, beberapa upaya penyelamatan dilakukan: memasang jala dan perangkap, memancing menggunakan ayam yang diikat di drone, menyusuri Sungai Palu, hingga menggunakan harpun.

Selanjutnya
Halaman
1 2