Tampik Kerajaan Galuh 'Brutal', Pelestari Budaya Sunda: Artinya Permata

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 21:59 WIB
Ketua Pelestari Budaya Sunda, Eni Sumarni
Foto: Screenshot d'rooftalk Ketua Pelestari Budaya Sunda, Eni Sumarni

Sementara itu, Babe Ridwan kembali menjelaskan maksud dari kata brutal. Dia mengatakan arti dari kata Galuh adalah brutal.

"Saya tidak mengatakan Galuh itu brutal, tapi galuh artinya brutal," kata Babe Ridwan.

Diketahui, budayawan Ridwan Saidi menyatakan Kerajaan Galuh di Ciamis tidak ada. Pernyataannya pun jadi polemik baru.

Polemik bermula dari pernyataan Ridwan soal Ciamis dan Kerajaan Sunda Galuh dalam Video berdurasi 12 menit 31 detik dengan judul 'GEGEER !! TERNYATA KERAJAAN KERAJAAN DI INDONESIA SANGAT DITAKUTI DI DUNIA' yang diunggah akun Macan Idealis 12 Februari 2020.

"Saya mohon maaf dengan saudara dari Ciamis. Di Ciamis itu nggak ada kerajaan, karena indikator eksistensi kerajaan itu adalah indikator ekonomi. Ciamis penghasilannya apa? Pelabuhannya kan di selatan, bukan pelabuhan niaga, sama dengan pelabuhan kita di Teluk Bayur, bagaimana membiayai kerajaan?" ujar Ridwan dalam video itu.

Setelah menyebut tak ada kerajaan di Ciamis, pria yang akrab disapa Babe ini mempertanyakan eksistensi Kerajaan Galuh. Dia bahkan menyebut Galuh memiliki arti brutal.

"Lalu diceritakanlah ada Raja Sunda Galuh. Sunda Galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena Galuh artinya brutal, jadi saya yakin tidak ada peristiwa Diah Pitaloka, wanita dari Sunda Galuh itu dipanggul-panggul dibawa ke Hayam Wuruk untuk dikawinin. Itu yang dikatakan Perang Bubat, sedangkan bubat itu artinya lapang olahraga, bukan nama tempat. Jadi di bubat yang mana dia perang? Juga di Indonesia tidak ada adat perempuan mau kawin dijunjung-junjung dianterin ke rumah lelaki, itu kagak ada, itu tidak Indonesia," tuturnya.

Halaman

(azr/idh)