Anggota Komisi III Ragukan Upaya Polri Cari Tersangka Korupsi Kondensat Honggo

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 18:25 WIB
Komisi III Rapat Bareng Bareskrim Bahas Kasus Korupsi Kondensat
Foto: Rapat Komisi III dengan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit (Eva/detikcom)

Untuk diketahui, terdapat tiga orang tersangka yang ditetapkan dalam kasus korupsi kondensat ini. Dua tersangka lainnya, yakni mantan Ketua BP Migas Raden Priyono serta mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Joko Harsono, sudah diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Proses persidangan sudah berjalan hingga saat ini. Proses peradilan tersangka Honggo Wendratno pun tetap berjalan namun secara in absentia (sidang tanpa kehadiran).

Kasus ini bermula saat PT TPPI yang memproduksi kondensat (cairan bahan kimia) bermasalah dalam sektor keuangan. PT TPPI menjual kondensat itu ke Pertamina lewat BP Migas.

Pada 28 Desember 2011, dibuat Perjanjian Induk Restrukturisasi (Master Restructuring Agreement) untuk menyelamatkan bisnis PT TPPI. Sumber pendanaan untuk restrukturisasi dan penyelesaian utang TPPI berasal dari fasilitas pinjaman berjangka sebesar USD 500 juta dari Deutch Bank berdasarkan Term Loan Faciity Agreement yang melalui Petroina.

Ternyata perjanjian bisnis itu bermasalah. Pada 2016, Bareskrim Polri menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus penjualan kondensat oleh PT TPPI. Hasilnya ada kerugian negara Rp 35 triliun.

"Perkara korupsi itu jika merujuk pada PKN BPK telah merugikan negara sebesar USD 2,7 miliar atau jika dengan nilai tukar saat ini sebesar Rp 35 triliun," kata Kasubdit Money Laundering Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri kala itu, Kombes Golkar Pangerso pada 25 Januari 2016.


(eva/aud)