PDIP Soal Pemilihan Wagub DKI: Siapa Paling Gesit Lobi, Dia Dapat

Indra Komara - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 08:32 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono (Fida/detikcom)
Foto: Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono (Fida/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta belum menentukan arah dukungan terhadap cawagub DKI, meski dua calon yang ada sudah sowan ke partai berlogo Banteng itu. Dia menyebut cawagub yang paling gesit melakukan lobi ke parpol, dia yang berpeluang duduki kursi kosong DKI-2.

"Mereka sudah lobi-lobi. Jadi begitu kami terima atas nama fraksi, terima dua nama calon itu, selanjutnya saya serahkan pada calon melakukan lobi secara personal. Lobi secara kelembagaan kan sudah, kami sudah terima dengan baik selanjutnya saya serahkan pada calon secara personal. Tinggal siapa yang paling gesit, yang gesit akan dapat. Begitu aja prinsipnya," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono, kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).



Gembong berharap, pemilihan Wagub bisa selesai akhir bulan ini. Sebab dalam prosesnya, hari ini DPRD sudah menganggendakan untuk paripurna tata tertib pemilihan Wagub, kemudian melakukan pembentukan panitia pemilih.

"Setelah itu baru bisa bekerja apakah tahapan-tahapannya akan divoting, nanti ditentukan panlih. Kalau bisa akhir bulan ini sudah bagus lah. Ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus," tutur Gembong.

Terkait dukungan PDIP, Gembong mengatakan masih menunggu. Dia kemudian bicara soal ideologi partai.

"PDI Perjuangan itu kan demokrasi yang dianut kan demokrasi terpimpin, karena kita menganut demokrasi terpimpin, maka pasti ada, ini yang memimpin bukan orang, yang memimpin ideologi, kita dipimpin ideologi. Tentunya nanti siapapun yang akan kami pilih tentunya yang berdekatan dengan ideologi yang kami perjuangkan. Prinsip dasarnya itu," ujarnya.



"Dari dua calon itu siapa yang akan kita jatuhkan pilihan ya satu jam sebelum pemilihan nanti," sambung Gembong.

Diketahui, terdapat dua calon wakil gubernur (Cawagub) yang sudah masuk ke DPRD untuk dipilih. Mereka adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra, dan Nurmansjah Lubis dari PKS.

(idn/fai)