Momen Haru Pilot Batik Evakuasi WNI dari Wuhan: Ayo Mulih Rek, We Love You

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 17:48 WIB
Pilot Batik Air, Kapten Destyo Usodo
Pilot Batik Air, Kapten Destyo Usodo (tiga dari kanan). (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Pilot Batik Air, Kapten Destyo Usodo, mengaku kaget saat diminta mengevakuasi 238 WNI dari Wuhan, China. Destyo melawan rasa takut yang sempat membuatnya ragu.

"Pertama, saat ada assignment tugas dari atasan kami H-2 saat itu terus terang saya terkejut dan kaget. Saya pikir ini tugas buat rute yang normal, tapi ini misi kemanusiaan yang harus membawa saudara kita semua WNI yang ada di Hubei," kata Destyo saat berbincang dengan Menlu Retno Marsudi di Kantin Diplomasi Kemlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2020).

Destyo sempat mengalami kekhawatiran. Namun rasa percaya dirinya kembali muncul saat semua tim telah melakukan persiapan dengan matang.

"Saat itu tentu ada sedikit kekhawatiran, tetapi setelah diyakinkan kembali bahwa segala mitigasi yang sudah kita ukur bersama dan kita juga memiliki semacam mitigasi dan juga WNI yang sehat. Jadi itu yang jadi salah satu kita menjadi percaya diri dan mengatur segala sesuatu sesuai dengan yang diharapkan," kata dia.

Saat pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pesawat terus dipantau satelit sehingga apa pun yang akan terjadi Destyo siap menghadapi semua kemungkinan itu.

"Pada saat lepas landas dari Jakarta kita tetap dipantau, dibantu, dan dikontrol oleh teman-teman Mision Control Batik dan TNI AU. Intens juga kita memiliki satelit communication dari pesawat menuju Batik Air. Jadi just in case apapun yang terjadi pada saat penerbangan kita sudah siap menghadapi," ungkapnya.

Saat tiba di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Destyo mengaku kaget. Kondisi bandara tidak seperti yang dia bayangkan. Semua lampu menyala, namun suasana tampak sepi.

"Saat kita landing itu sepi sekali. Terminal nyala semua lampu, tapi tidak ada pergerakan, kebetulan di belakang ada evakuasi dari Air India, 10 menit sebelumnya," kata Destyo.

WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya:

Selanjutnya
Halaman
1 2