Arti BDSM yang Pelakunya Diusulkan untuk Direhabilitasi

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 16:59 WIB
silhouette of a woman tied up to a chair against a red background
BDSM Adalah Tindakan Seks 'Sadis'/Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah berencana mengatur perilaku orang yang melakukan BDSM. Dalam draft Rancangan Undang-undang tentang Ketahanan Keluarga yang salinannya beredar di masyarakat, pelaku BDSM akan direhabilitasi.

Lantas, apa yang dimaksud BDSM?

BDSM adalah singkatan dari bondage, dominance, sadism, dan masochism. Bila diartikan, BDSM merupakan praktik seks 'sadis' yang dilakukan kepada pasangan.

Terdapat tiga poin dalam BDSM, yakni bondage and discipline, dominance and submission, serta sadism and masochism. Istilah dari poin-poin tersebut berkaitan dengan istilah perbudakan, penyerahan, dan sadisme hingga mengacu pada praktik seks.

Adapun, contoh praktik 'sadis' yang masuk dalam BDSM adalah mengikat tangan, memukul ringan, dan mengikuti perintah hingga sesak napas erotis. Selain itu, kegiatan BDSM juga dilakukan dengan perlengkapan cambuk dan rantai.

Sehingga kegiatan BDSM sering diartikan dengan perilaku seks 'sadis' yang pelakunya melakukan hal kasar hingga ekstrem demi mendapatkan kepuasan seksual.

Sementara itu, draf RUU Ketahanan Keluarga yang membahas perilaku BDSM ertulis dalam Pasal 74 yang mewajibkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melaksanakan penanganan kerentanan keluarga. Penanganan yang dimaksud, yakni membantu dan mendukung keluarga agar memiliki kepentingan keluarga dalam menghadapi krisis keluarga.

Adapun, masalah krisis keluarga yang dimaksud sebagai berikut:

a. masalah ekonomi;

b. tuntutan pekerjaan;

c. perceraian;

d. penyakit kronis;

e. kematian anggota Keluarga; dan

f. penyimpangan seksual.

Dari poin 'F' di atas, dijelaskan penyimpangan seks yang dimaksud salah satunya adalah BDSM. Hal itu sesuai dengan pasal 85 ayat (1) yang berbunyi "seksual yang ditunjukkan tidak lazim atau dengan cara-cara tidak wajar, meliputi antara lain,

a. Sadisme adalah mendapatkan cara kepuasan seseorang untuk seksual dengan menghukum atau menyakiti lawan jenisnya.

b. Masochisme kebalikan dari sadisme adalah cara seseorang untuk mendapatkan kepuasan seksual melalui hukuman atau penyiksaan dari lawan jenisnya.

c. Homosex (pria dengan pria) dan lesbian (wanita dengan wanita) merupakan masalah identitas sosial dimana seseorang mencintai atau menyenangi orang lain yang jenis kelaminnya sama.

d. Incest adalah hubungan seksual yang terjadi antara orang yang memiliki hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah, ke atas, atau menyamping, sepersusuan, hubungan semenda, dan hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku dilarang untuk kawin."

Terakhir, putusan rehabilitasi bagi pelaku BDSM tertulis dalam Pasal 74 ayat (3). Dijelaskan, pelaku BDSM harus menjalani rehabilitasi sosial, rehabilitasi sosial, rehabilitasi rohani, dan juga rehabilitasi medis.

(pay/erd)