Pemprov DKI: Harga Masker Naik karena Bahan Baku dari China Langka

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 16:05 WIB
Perlukah Kita Pakai Masker Untuk Cegah Virus Corona?
Foto ilustrasi orang memakai masker, tak terkait langsung dengan berita (ABC Australia)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut harga masker mahal karena ada kelangkaan bahan baku. Sampai saat ini belum ditemukan ada penimbunan masker untuk memainkan harga.

"Bukan (ada penimbunan). Karena memang itu hasil rapat kemarin bahan bakunya memang habis. Karena kan itu bahan bakunya impor dari China. Jadi karena bahan bakunya langka, dengan adanya kasus Corona tentu produksinya juga berkurang," ucap Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan merdeka Selatan, Selasa (18/2/2020).

Karena kelangkaan itulah harga di pasar naik. Selain itu, masyarakat terpengaruh oleh informasi virus Corona di masyarakat.

"Jadi, kalau bahan bakunya berkurang, otomatis harganya juga akan pasti naik ditambah lagi berita-berita yang mengatakan bahwa ada virus Corona yang dampaknya begitu hebat kan. Dan tidak salah juga ya bahwa si masyarakat itu memproteksi dirinya dengan menyimpan masker," kata Ratu.

Menurut Ratu, Pemprov bekerja sama dengan Polda Metro akan mengecek kondisi pasar. Lokasi utama yang akan dicek adalah Pasar Pramuka.

"Selama ini yang banyak jual alat kesehatan kan Pramuka dan mungkin nanti apotek juga tidak menutup kemungkinan kita akan cek juga," ucap Ratu.

Diketahui, imbas melonjaknya permintaan di pasar, akhirnya harga masker pun meroket. Bahkan, di toko online, harga masker ada yang mencapai Rp 3 juta per pak.

Selanjutnya
Halaman
1 2