Mengejutkan! Omnibus Law RUU Cipta Kerja Hapus Pidana Monopoli Dagang

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 11:37 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Andhika/detikcom)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Proyek omnibus law yang tertuang dalam RUU Cipta Kerja terus menuai kontroversi. Salah satunya sanksi monopoli dagang akan dihapus!

UU 5 Tahun 1999 merupakan UU hasil perjuangan reformasi 1998. Sebab, selama Presiden Soeharto memimpin, peluang-peluang usaha yang tercipta selama tiga dasawarsa yang lalu dalam kenyataannya belum membuat seluruh masyarakat mampu dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor ekonomi. Perkembangan usaha swasta selama periode tersebut, di satu sisi diwarnai oleh berbagai bentuk kebijakan pemerintah yang kurang tepat sehingga pasar menjadi terdistorsi.

"Di sisi lain, perkembangan usaha swasta dalam kenyataannya sebagian besar merupakan perwujudan dari kondisi persaingan usaha yang tidak sehat," demikian penjelasan UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Atas dasar pemikiran itu, maka lahirlah larangan monopoli dagang. Dalam Pasal 45 disebutkan sanksi untuk pelaku usaha yang memonopoli dagang. Pasal 48 menyebutkan:

1. Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 4, Pasal 9 sampai dengan Pasal 14, Pasal 16 sampai dengan Pasal 19, Pasal 25, Pasal 27, dan Pasal 28 diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp 25 miliar dan setinggi-tingginya Rp 100 miliar atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 6 (enam) bulan.
2. Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 5 sampai dengan Pasal 8, Pasal 15, Pasal 20 sampai dengan Pasal 24, dan Pasal 26 Undang-undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp 5 miliar dan setinggi-tingginya Rp 25 miliar atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 bulan.
3. Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 41 Undang-undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp 1 miliar dan setinggi-tingginya Rp 5 miliar, atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 3 bulan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3