KPU: Duplikasi Data Paslon Perorangan di Pilkada 2020 Tak Akan Terjadi Lagi

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 11:34 WIB
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Sistem Informasi Pencalonan atau yang biasa disingkat Silon milik KPU siap digunakan untuk Pilkada 2020. KPU memastikan beroperasinya Silon itu dapat mencegah adanya data pendukung ganda untuk pasangan calon perorangan.

"Nah Silon ini sekarang sistemnya sudah bekerja. Jadi kalau ada indikasi data pendukung itu sama, maka dia akan menolak," ucap Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dalam acara Coffee Morning Sosialisasi Pencalonan Pemilihan 2020 di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Dalam pilkada sebelumnya, Evi menyebut KPU belum mewajibkan Silon. Imbasnya, saat itu banyak ditemukan kegandaan data pendukung bakal pasangan calon perorangan.

"Dulu pemilihan kepala daerah belum menggunakan Silon atau Silon-nya belum maksimal digunakan atau kita wajibkan ya," kata Evi.

"Ini kemudian banyak ditemui adanya kegandaan internal, jadi ada yang disebut kegandaan internal adalah satu nama orang bisa muncul berkali-kali," sambungnya.

Data pendukung yang muncul berkali-kali itu disebut Evi berupa KTP yang dikumpulkan oleh pasangan calon perorangan. Sebab, syarat KTP itu untuk memenuhi syarat minimal dukungan bagi pasangan calon perorangan.

"Itu kita temui banyak sekali, jadi ada duplikasi-duplikasi kegandaan satu orang banyak dimunculkan di syarat dukungan yang dibawa paslon. Satu KTP bisa di-copy berkali-kali, untuk memenuhi jumlah syarat dukungan," kata Evi.

"Jadi kegandaan internal ini bisa kita pastikan sudah sangat minim sekali, bisa-bisa tidak ada lagi yang terdapat di dalam syarat dukungan tersebut. Ini yang sudah kita siapkan dalam Silon kita," imbuh Evi.

(dwia/dhn)